Seekor orangutan dilaporkan masuk ke area persawahan hingga mendekati permukiman warga di Desa Podorukun, Kecamatan Seponti, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat (Kalbar). Satwa dilindungi itu diduga mengalami cedera karena terlihat berjalan pincang.
Orangutan tersebut muncul tidak jauh dari rumah penduduk pada Senin (25/5/2026) menjelang malam. Keberadaannya membuat warga setempat khawatir.
Perangkat Desa Podorukun, Mahmudi, mengatakan orangutan awalnya terlihat berada di area sawah milik warga sebelum mendekati kawasan permukiman di RT 12 TSM Podorukun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Awalnya orangutan itu terlihat masuk ke sawah warga di Desa Podorukun. Menjelang magrib, hewan tersebut sudah berada di dekat permukiman warga di RT 12 TSM Podorukun," kata Mahmudi, Selasa (26/5/2026).
Warga yang melihat langsung kondisi satwa itu menyebut orangutan tampak berjalan pincang. Diduga hewan tersebut mengalami cedera hingga keluar dari habitatnya dan mendekati area aktivitas masyarakat.
Meski sempat berada dekat rumah warga, orangutan tersebut kemudian kembali masuk ke kawasan hutan di sekitar desa pada malam hari.
Kemunculan orangutan di sekitar permukiman memicu keresahan warga. Warga berharap ada penanganan cepat dari pihak terkait guna menghindari konflik antara manusia dan satwa liar.
"Kami berharap ada penanganan secepatnya, mungkin dievakuasi atau dipindahkan. Warga khawatir jika sampai terjadi kontak fisik dengan masyarakat," ujarnya.
Selain itu, ia juga mengimbau warga untuk tidak mendekati, mengganggu, ataupun mencoba menangkap orangutan tersebut demi keselamatan bersama dan menjaga kelestarian satwa dilindungi itu.
Seperti diketahui, orangutan merupakan satwa yang dilindungi undang-undang dan menjadi salah satu spesies kunci di hutan Kalimantan. Kemunculan orangutan di area permukiman kerap dikaitkan dengan gangguan habitat maupun kondisi satwa yang sakit atau terluka.
