Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Warga di Jalan Ir. Sutami Gang H. Shaleh RT 09, Kelurahan Karang Asam Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda dikejutkan dengan penemuan orang meninggal. Seorang lansia berinisial KJ (64) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di belakang rumahnya.
Peristiwa tersebut dibenarkan Kasi Humas Polresta Samarinda, Ipda Arie Soeharyadi. Korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 10.15 Wita, Senin (25/5) oleh seorang warga yang melintas di belakang rumah korban.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Awalnya saksi sedang mengantar anak sekolah dan melihat korban sudah dalam keadaan tergantung di belakang rumah," ujar Arie kepada detikKalimantan, Senin (25/5/2026).
Saksi kemudian membangunkan warga lain untuk memastikan kondisi korban sekaligus melaporkan kejadian tersebut kepada ketua RT setempat. Saat diperiksa, korban sudah tidak merespons dengan kondisi tubuh kaku dan wajah membiru.
Ketua RT yang datang ke lokasi lalu menghubungi pihak kepolisian. Tim Inafis Polresta Samarinda kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi memperkirakan korban meninggal kurang dari dua jam sebelum ditemukan. Polisi juga menemukan adanya dua jalur ikatan pada tali yang melilit leher korban.
"Sementara apabila penyebab kematian bukan karena patah leher maka akan dilakukan autopsi," jelas Arie.
Berdasarkan keterangan keluarga, korban sebelumnya sempat mengeluhkan kondisi ekonomi. Pada pagi hari sebelum ditemukan meninggal, korban disebut mengeluhkan beras di rumah sudah habis.
"Saat pagi harinya korban sempat mengeluhkan beras habis, selanjutnya korban keluar rumah dan tidak mengetahui kemana perginya," ungkapannya.
Pihak keluarga juga mengungkapkan sekitar empat hari sebelumnya korban sempat mencoba mengakhiri hidup dengan meminum racun. Saat itu korban berhasil diselamatkan dan sempat menjalani perawatan di puskesmas.
Selain itu, korban diketahui memiliki persoalan utang yang jarang diceritakan kepada orang lain. Di sisi lain, istri korban juga dalam kondisi sakit lumpuh.
"Bahwa korban diketahui memiliki utang dan tidak pernah bercerita kepada siapapun kecuali kepada istri korban. Bahwa istri korban dalam keadaan sakit (lumpuh) dikarenakan sakit," terangnya.
Sekitar pukul 11.20 Wita, jasad korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Abdul Wahab Sjahranie menggunakan ambulans Inafis untuk pemeriksaan lebih lanjut.
