Bearing Nyangkut 10 Hari di Kemaluan, Pria Samarinda Dilarikan ke RS

Bearing Nyangkut 10 Hari di Kemaluan, Pria Samarinda Dilarikan ke RS

Riani Rahayu - detikKalimantan
Sabtu, 23 Mei 2026 19:50 WIB
Damkar Samarinda saat membantu penanganan pria yang kelaminnya terjebak bearing motor (dok Damkar Samarinda)
Foto: Damkar Samarinda saat membantu penanganan pria yang kelaminnya terjebak bearing motor (dok Damkar Samarinda)
Samarinda -

Petugas Damkar Posko 5 Samarinda Seberang, Kalimantan Timur (Kaltim) dibuat geleng-geleng kepala usai menerima laporan dari seorang pria berinisial R (30). Dia datang meminta tolong karena alat kelaminnya tersangkut bearing motor atau laher hingga membengkak parah.

Personel Damkar Posko 5 Regu 1 Samarinda Seberang, Novan, mengatakan pria tersebut datang sendiri ke posko dalam kondisi menahan sakit. Saat tiba, korban disebut masih bisa berjalan, namun jalannya sudah tertatih karena pembengkakan yang cukup serius.

"Awalnya dia datang sendiri ke posko. Dia malu-malu, tapi langsung bilang minta tolong dipotongkan bearing yang nyangkut di kemaluannya," ujar Novan kepada detikKalimantan, Sabtu (23/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan awal. Dari hasil pengecekan, kondisi korban disebut sudah cukup parah karena terjadi pembengkakan besar hingga perubahan warna pada alat kelamin menjadi kemerahan.

"Waktu saya periksa itu kulit bagian dalamnya sudah mulai terkupas dan menempel di bearing bagian luar. Jadi memang sudah serius sekali," katanya.

Novan menjelaskan bearing yang digunakan bukan bearing utuh, melainkan rumah bearing roda motor dengan ukuran kira-kira sebesar jempol tangan. Kondisinya juga disebut masih bersih dan mengkilat meski merupakan barang bekas.

Petugas sempat mencoba melakukan penanganan awal di posko. Namun karena kondisi korban sudah terlalu parah, Damkar akhirnya berkoordinasi dengan Rumah Sakit Hermina Samarinda untuk penanganan medis lebih lanjut.

"Setelah observasi dari dokter spesialis, korban akhirnya harus menjalani operasi besar karena ada pembuluh darah yang harus disambung akibat pembengkakan yang sudah sangat serius," ucapnya.

Dari pengakuan korban, bearing tersebut dipasang karena iseng. Namun setelah tersangkut, korban tidak memberitahu keluarga maupun mencari bantuan medis hingga lebih dari 10 hari.

"Kalau dilihat dari pembengkakannya itu kemungkinan sudah lebih dari 10 hari. Dia juga tidak cerita ke keluarganya. Pas keluarganya kami hubungi mereka juga kaget," beber Novan.

Petugas juga sempat mempertanyakan alasan korban melakukan hal tersebut mengingat di usianya sudah 30 tahun. Namun korban hanya mengaku coba-coba tanpa berpikir dampaknya.

"Dia bilang iseng-iseng saja. Kami juga heran karena umurnya sudah dewasa," katanya.

Selain mengalami pembengkakan, korban juga disebut mulai kesulitan buang air kecil karena rasa sakit yang muncul. Saat diperiksa petugas, korban beberapa kali mengeluh kesakitan.

"Dia sebenarnya menahan sakit. Tapi pas diperiksa dia bilang sakit terus," ujarnya.

Belakangan, pihak keluarga mengungkap korban ternyata memiliki riwayat orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Meski sehari-hari masih bisa bekerja dan berkomunikasi normal, keluarga menyebut korban terkadang kambuh sewaktu-waktu.

"Keluarganya bilang memang ada riwayat ODGJ dan pegang kartu kuning. Mungkin pas kambuh itu dia melakukan hal tersebut," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: 7 Orang Tewas dalam Kebakaran Lokasi Konstruksi di Moskow"
[Gambas:Video 20detik]
(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads