Polemik 'MBG' di Malaysia, Ada Siswa Mampu Dapat Bantuan hingga Buang Makanan

Internasional

Polemik 'MBG' di Malaysia, Ada Siswa Mampu Dapat Bantuan hingga Buang Makanan

Atiqa Rana - detikKalimantan
Kamis, 14 Mei 2026 17:00 WIB
Program β€˜MBG’ Malaysia Disorot, Murid Pilih-pilih Menu hingga Dibuang!
RMT, program semacam MBG di Malaysia. Foto: mstar.com.my
Jakarta -

Belakangan program makan siang sekolah di Malaysia mendapat sorotan. Seorang guru menyampaikan berbagai tantangan dan kekurangan dalam program ini, antara lain bantuan diterima oleh siswa yang tergolong mampu hingga ada siswa yang membuang makanan.

Dikutip detikFood dari Mstar, program serupa Makan Bergizi Gratis (MBG) ini bernama Rancangan Makanan Tambahan (RMT). RMT yang dikelola Kementerian Pendidikan Malaysia sudah berjalan sejak 1979, dengan tujuan utama memberikan makanan tambahan kepada siswa SD yang kurang mampu agar kebutuhan nutrisi mereka tercukupi, sehingga mereka bisa fokus belajar tanpa menahan lapar.

Namun, dalam curhatan seorang guru di media sosial baru-baru ini, muncul kekhawatiran bahwa RMT kini tidak hanya diterima oleh siswa yang kurang mampu. Banyak juga siswa yang tergolong mampu mendapatkan menu program ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bukan soal makanan, tetapi kadang-kadang kami berpikir apakah betul anak-anak ini memerlukan RMT?" ungkap guru laki-laki yang tidak disebutkan namanya ini.

Guru tersebut melihat murid yang menerima RMT mampu membawa uang saku sampai RM 10 (Rp 44.533) sehari ke sekolah. Jumlah itu tergolong cukup tinggi untuk siswa SD, apalagi keluarga mereka memiliki pendapatan antara RM 800-900 (sekitar Rp 3,5 juta - 4 juta) per bulan.

Masalah lainnya, guru ini menyoroti sikap anak-anak ketika menerima makanan yang sudah disiapkan di sekolah. Menurutnya, siswa lebih menggemari menu ayam. Jika mendapatkan hidangan bihun sup atau nasi lemak yang kurang disukai, mereka enggan memakannya. Ujung-ujungnya, makanan itu dibuang.

Bahkan ada siswa yang dengan sendirinya membuang makanan tersebut ke tong sampah. Guru tersebut pun berharap agar orang tua siswa memberikan didikan agar anak-anak lebih menghargai makanan dan tidak pilih-pilih.

"Tolonglah jujur terkait pendapatan kalian. Selain itu, didik anak-anak menghargai makanan dan jangan memilah milih makanan," jelasnya.

Menurutnya, jika memang anaknya tidak suka semua makanan, maka makanan yang disediakan akan diberikan kepada murid lain yang memerlukan.

"Jangan sampai sifat tamak menyebabkan orang lain terpaksa lapar," pungkasnya.

Baca selengkapnya di detikFood.



(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads