Mengapa Kenaikan Yesus Kristus Diperingati Setiap Hari Kamis?

Mengapa Kenaikan Yesus Kristus Diperingati Setiap Hari Kamis?

Anindyadevi Aurellia - detikKalimantan
Kamis, 14 Mei 2026 10:03 WIB
Mengenal Perbedaan Kenaikan Isa Almasih & Kebangkitan Yesus Kristus untuk Dikenalkan ke Anak
Foto: Getty Images/Tinnakorn Jorruang
Balikpapan -

Hari Kenaikan Yesus Kristus merupakan salah satu perayaan penting dalam tradisi umat Kristiani. Momen ini diperingati sebagai peristiwa ketika Yesus naik ke surga setelah kebangkitan-Nya, sebagaimana diceritakan dalam Alkitab.

Bagi umat Kristiani, peringatan Kenaikan Yesus Kristus bukan sekadar penanda peristiwa sejarah keagamaan, tetapi juga memiliki makna spiritual yang mendalam. Perayaan ini melambangkan kemenangan, pengharapan, dan janji akan kehidupan kekal.

Di tahun ini, Paskah jatuh pada Minggu, 5 April 2026, kemudian Hari Kenaikan Yesus Kristus jatuh pada Kamis, 14 Mei 2026. Ada juga di tahun sebelumnya, Paskah 2025 jatuh pada Minggu, 20 April 2025, lalu Kenaikan Yesus Kristus 2025 diperingati pada Kamis, 29 Mei 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setiap tahunnya, perayaan ini selalu jatuh pada hari Kamis. Penentuan Hari Kenaikan Yesus Kristus yang selalu diperingati pada hari Kamis ternyata berkaitan erat dengan perhitungan waktu dalam ajaran Kristen.

Mengapa Kenaikan Yesus Kristus Diperingati Setiap Hari Kamis?

Dalam kisah Alkitab disebutkan bahwa Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya selama empat puluh hari setelah kebangkitan sebelum akhirnya naik ke surga. Karena Hari Paskah selalu dirayakan pada hari Minggu, maka empat puluh hari setelahnya akan jatuh pada hari Kamis.

Dilansir dari laman Christianity dan Britannica, setiap tahun umat Kristiani memperingati Kenaikan Yesus Kristus setelah Paskah. Hari Kenaikan Yesus umumnya dirayakan pada hari Kamis, hari ke-40 setelah Paskah.

Tanggal Paskah bervariasi dari tahun ke tahun sehingga perayaan Kenaikan Yesus Kristus pun ikut bergeser. Hari Kenaikan Yesus Kristus selalu jatuh pada hari ke-40 setelah Paskah.

Jika Paskah selalu jatuh pada hari Minggu, lalu 40 hari kemudian ada peringatan Kenaikan Yesus Kristus (bertepatan dengan hari Kamis). Paskah selalu diperingati pada hari Minggu dan Hari Kenaikan Yesus Kristus pada hari Kamis; hari itu juga sering disebut 'Kamis Suci' Kamis Kenaikan karena selalu diperingati pada hari Kamis.

Hari Kamis memiliki makna penting dalam tradisi Kristen karena berkaitan dengan Kamis Putih atau Kamis Suci, yakni malam terakhir Yesus bersama murid-murid-Nya sebelum penyaliban pada Jumat Agung.

Pada malam tersebut terjadi sejumlah peristiwa penting seperti Perjamuan Terakhir, pembasuhan kaki murid-murid, doa Yesus di Taman Getsemani, hingga pengkhianatan Yudas.

Kamis Putih berasal dari kata Latin mandatum yang berarti "perintah", merujuk pada ajaran Yesus agar murid-murid-Nya saling mengasihi. Dalam Yohanes 13:34 disebutkan:

"Perintah baru Kuberikan kepadamu: Kasihilah sesamamu seperti Aku telah mengasihi kamu."

Pada malam Perjamuan Terakhir, Yesus juga menetapkan Perjamuan Kudus sebagai simbol pengorbanan-Nya melalui roti dan anggur. Dalam Lukas 22:19-20, Yesus berkata:

"Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku."

"Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu."

Karena itu, hari Kamis memiliki makna mendalam dalam sejarah umat Kristen, baik dalam peristiwa Perjamuan Terakhir maupun Kenaikan Yesus Kristus.

Perayaan ini biasanya jatuh pada hari Kamis dan ditetapkan sebagai hari libur nasional di Indonesia. Perayaan ini biasanya dilakukan melalui ibadah dan misa di gereja, baik gereja Protestan maupun Katolik.

Makna Peringatan Kenaikan Yesus Kristus

Dikutip dari situs Bimas Katolik Kemenag, dalam tradisi Kristen, peristiwa Kenaikan Yesus Kristus adalah momen penting yang menandai naiknya Yesus ke surga pada hari ke-40 setelah kebangkitan-Nya, dengan Paskah sebagai hari pertama. Sama dengan Hari Natal dan Paskah, Hari Kenaikan Yesus Kristus juga dirayakan secara universal di kalangan umat Kristiani.

Kenaikan Yesus Kristus adalah bukti bahwa Ia telah menyelesaikan pekerjaan-Nya di bumi dan kembali ke Bapa. Kenaikan Yesus juga membuktikan bahwa Dia ialah Tuhan dan Kudus. Karena Ia menunjukkan keilahian dan kenaikan-Nya kembali ke tempat asal-Nya.

Dalam Kisah Para Rasul 1:1-11, dikisahkan bahwa setelah bangkit dari kematian, Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya selama 40 hari. Ia mengajar mereka tentang Kerajaan Allah, memperkuat iman mereka, dan memberikan pengajaran terakhir.

Peristiwa kenaikan terjadi di Bukit Zaitun, dekat Betania. Saat itu, Yesus terangkat ke langit di hadapan para murid, hingga akhirnya tertutup awan dari pandangan mereka. Dua malaikat kemudian menampakkan diri dan menyampaikan bahwa Yesus akan datang kembali dengan cara yang sama seperti ketika Ia naik ke Surga.

Peristiwa ini menjadi puncak dari pelayanan Yesus di bumi dan awal dari tugas besar yang diwariskan kepada para pengikut-Nya. Selama 40 hari setelah kebangkitan, Yesus berulang kali hadir secara nyata-berbicara, mengajar, dan makan bersama para murid. Catatan ini termuat dalam Injil Lukas, Yohanes, serta Kisah Para Rasul.

Penampakan-penampakan ini menguatkan keyakinan para murid bahwa Yesus benar-benar bangkit secara fisik, bukan hanya secara rohani. Hal ini menjadi fondasi penting dalam kesaksian iman Kristen tentang kebangkitan dan kenaikan-Nya.

Sebelum naik ke Surga, Yesus juga memberikan pesan penting yang dikenal sebagai Amanat Agung, sebagaimana tertulis dalam Matius 28:19-20:

"Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku, baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu."

Pesan ini menjadi inti dari misi pewartaan Injil dan menjadi landasan tugas Gereja hingga kini. Kenaikan ke Surga bukan akhir dari karya keselamatan, melainkan permulaan partisipasi umat dalam menyebarkan kasih dan kebenaran Allah ke seluruh dunia.

Kebangkitan dan kenaikan Yesus ke surga ingin mengungkapkan kebenaran iman yang sama, yaitu Yesus telah dipermuliakan oleh Bapa sesudah Ia melaksanakan tugas-Nya di dunia. Kenaikan Yesus ke surga menggambarkan langkah masuk yang definitif dari kodrat manusiawi Yesus dalam kemuliaan Allah di surga.

Lewat peringatan Kenaikan Yesus Kristus, umat Kristiani hendaknya percaya bahwa Yesus naik ke surga untuk menyediakan tempat tinggal bagi umat-Nya. Kenaikan Yesus Kristus menandai pentingnya peran Roh Kudus yang memperdayakan manusia untuk memberikan kesaksian tentang kelahiran, kematian, dan kebangkitan Tuhan Yesus.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: 10 Ribu Kendaraan Melintas dari Jakarta ke Puncak Siang Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(aau/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads