Bacaan Doa Minum Air Zamzam, Adab dan Keutamaannya

Bacaan Doa Minum Air Zamzam, Adab dan Keutamaannya

Bayu Ardi Isnanto - detikKalimantan
Jumat, 08 Mei 2026 14:59 WIB
Air zamzam
Air zamzam. Foto: Getty Images/Fendi Riandika
Balikpapan -

Meminum air zamzam memiliki keutamaan yang besar bagi umat Islam. Sesuai sunnah, cara meminumnya pun harus sesuai adab agar kita mendapatkan pahala karena mengikuti tuntunan Nabi Muhammad SAW, di antaranya adalah membaca doa.

Adab ini dapat diterapkan jemaah haji maupun umrah yang dapat minum air zamzam setiap waktu ketika berada di Mekah dan Madinah. Kerabat yang menerima oleh-oleh air zamzam pun dapat menerapkan adab tersebut.

Artikel ini akan menjelaskan dua bacaan doa yang bisa dibaca sebelum minum air zamzam, lengkap dengan adab, keutamaan, serta kisah singkat mengenai munculnya air zamzam, yang dirangkum dari situs NU Jabar dan NU Lampung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

2 Lafal Doa Minum Air Zamzam

Terdapat dua pilihan doa yang bisa Anda panjatkan saat meminum air zamzam. Anda dapat membaca salah satunya atau menggabungkan keduanya:

Doa Pertama

Doa pertama seperti diriwayatkan oleh Syekh Sulaiman Al-Bujairimi. Doanya sebagai berikut:

اللَّهُمَّ إِنَّهُ قَدْ بَلَغَنِي عَنْ نَبِيِّكَ أَنَّهُ قَالَ مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ وَأَنَا أَشْرَبُهُ لِسَعَادَةِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ اللَّهُمَّ فَافْعَلْ

Allāhumma innahū qad balaghanī 'an nabiyyika annahū qāla, 'mā'u zamzama li mā syuriba lah,' wa anā asyrabuhū li sa'ādatid duniyā wal ākhirah. Allāhumma faf'al.

Artinya, "Wahai Tuhanku, sungguh telah sampai padaku hadits dari nabi-Mu, ia bersabda, 'Air zamzam bermanfaat sesuai tujuan diminumnya,' (HR Ahmad, Al-Hakim, dan Ad-Daruqutni) dan aku meminumnya untuk kebahagiaan di dunia dan akhirat. Ya Allah, terimalah,"(Syekh Sulaiman Al-Bujairimi, Hasyiyatul Bujairimi alal Iqna').

Doa Kedua

Doa minum air zamzam yang kedua berasal dari sahabat Ibnu Abbas ra yang diriwayatkan oleh Imam Ad-Daruqutni. Berikut doanya:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَشِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ

Allāhumma innī as'aluka 'ilman nafi'an, wa rizqan wasi'an, wa syifa'an min kulli dā'in.

Artinya, "Ya Allah, sungguh aku meminta kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas, dan kesembuhan dari segala penyakit."

Adab Minum Air Zamzam

Agar khasiat dan keberkahan air zamzam dapat diraih secara maksimal, sangat dianjurkan untuk memperhatikan adab-adab berikut ini sebelum meminumnya:

  • Memohon hajat, ampunan, atau kesehatan kepada Allah SWT di dalam hati.
  • Membaca basmalah dan doa sebelum mulai minum.
  • Meminum air zamzam secara tertib dengan tiga kali tegukan.
  • Mengambil napas (bernafas) di luar wadah air di sela-sela tegukan tersebut.

Keutamaan Air Zamzam

Air zamzam memiliki kedudukan yang sangat istimewa bagi umat Muslim. Keutamaannya tidak hanya terletak pada debit airnya yang melimpah ruah, melainkan juga pada khasiat penyembuh dan pemenuh nutrisi yang dikandungnya. Sebagaimana dijelaskan dalam sabda Rasulullah SAW:

إِنَّهَا مُبَارَكَةٌ إِنَّهَا طَعَامُ طُعْمٍ

Artinya: "Sebaik-baik air di muka bumi adalah air zam zam. Air tersebut bisa menjadi makanan yang mengenyangkan dan bisa sebagai obat penyakit." (HR Muslim).

Banyak riwayat yang membuktikan keajaiban air ini. Salah satunya adalah kisah sahabat Abu Dzar yang mampu bertahan hidup sebulan penuh di Makkah hanya dengan mengonsumsi air zamzam, tanpa merasakan lapar sedikit pun. Rasulullah SAW sendiri juga sering menggunakan air ini sebagai penawar bagi orang yang sakit:

حَمَلَهُ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى الأَدَاوَى وَالْقِرَبِ وَكَانَ يَصُبُّ عَلَى الْمَرْضَى وَيَسْقِيهِمْ

Artinya: "Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam pernah membawa air zam-zam dalam botol atau tempat air. Ada orang yang tertimpa sakit, kemudian beliau menyembuhkan dengan air zam-zam." (HR Al Baihaqy).

Kesaksian serupa juga datang dari ulama besar Ibnu Qayyim al-Jawziyah yang mengaku sembuh dari penyakitnya setelah meminum air zamzam. Ia pun memperhatikan bahwa orang-orang di sekitarnya yang rutin meminum air tersebut memiliki kekuatan fisik ekstra, terutama saat mengelilingi Ka'bah untuk tawaf.

Kisah Munculnya Air Zamzam

Sejarah kemunculan air zamzam berawal dari kisah ujian ketaatan keluarga Nabi Ibrahim AS. Atas mandat dari Allah SWT, beliau harus mengasingkan istrinya, Siti Hajar, beserta anak mereka yang masih bayi, Ismail, di tengah lembah padang pasir gersang yang tak berpenghuni.

Ketika perbekalan kurma dan air habis di bawah teriknya matahari, Ismail kecil pun menangis tiada henti karena kehausan dan kelaparan. Tak tega melihat buah hatinya menderita, Siti Hajar berlari mondar-mandir dari Bukit Safa ke Bukit Marwah sebanyak tujuh kali demi mencari pertolongan atau sumber air.

Perjuangan gigih sang ibu inilah yang kelak diabadikan sebagai rukun Sa'i dalam ibadah haji dan umrah saat ini. Di tengah usaha dan kepasrahan tersebut, atas izin Allah SWT, kaki kecil Nabi Ismail menghentak ke tanah dan memancarkan mata air yang jernih lagi menyegarkan.

Siti Hajar pun mengumpulkannya sambil berkata "zam-zam" yang bermakna berkumpul atau melimpah. Hingga kini, mata air tersebut tidak pernah kering walau di musim kemarau dan tidak pernah habis walau dipompa dan dikonsumsi setiap hari oleh jutaan umat manusia.

Limpahan air suci yang murni ini pun dapat diminum langsung di kawasan Masjidil Haram, Makkah yang merupakan sumber air zamzam. Selain itu, air zamzam juga didistribusikan ke kawasan Masjid Nabawi, Madinah.

Halaman 2 dari 2
(bai/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads