Massa aksi yang dikomandoi mahasiswa berhasil menjebol gerbang Kantor DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) di Samarinda. Dalam aksi itu, peserta berkutat dan membongkar kawat duri yang mengelilingi pintu gerbang selama kurang lebih setengah jam.
Pantauan detikKalimantan di lokasi, Senin (4/5), aksi massa yang dimulai pukul 16.00 Wita itu sempat diwarnai ketegangan karena diduga ada mahasiswa yang mengalami tindakan represif sebelum gerbang terbuka. Massa yang semakin kecewa akhirnya memanjat dan masuk membuka gerbang dari dalam.
Meski sudah terbuka, massa aksi masih berada di depan karena terhalang lapisan aparat yang berjaga. Namun, mereka tetap menyuarakan agar penandatangan hak angket dapat disiarkan secara terbuka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelan-pelan massa aksi bergerak memasuki pekarangan gedung DPRD Kaltim. Namun tepat di depan kantor dewan, mereka kembali tertahan oleh jejeran aparat beserta mobil water canon yang sudah siaga sejak awal.
Aksi ini sendiri merupakan lanjutan dari aksi 21 April (214) di Kaltim beberapa waktu lalu. Dalam aksi kali ini, massa yang datang berasal dari sejumlah universitas dan asosiasi buruh di Kaltim.
Massa menuntut keterbukaan informasi terkait penandatanganan hak angket yang seharusnya dilakukan pada hari ini. Namun, peserta aksi merasa tak mendapatkan informasi apapun pascademo 21 April.
Tampak sejumlah mahasiswa kembali merobek gambar baliho di depan kantor DPRD Kaltim yang menampilkan ucapan hari buruh. Pada aksi sebelumnya, mereka juga melakukan hal yang sama pada baliho ucapan Hari Kartini dari DPRD Kaltim.
