Video Amien Rais Singgung Prabowo dan Teddy Menuai Kontroversi

Nasional

Video Amien Rais Singgung Prabowo dan Teddy Menuai Kontroversi

Tim detikNews - detikKalimantan
Sabtu, 02 Mei 2026 14:25 WIB
Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais, saat acara sarasehan partai di Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Sabtu (20/7/2024).
Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais. Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja
Balikpapan -

Video pernyataan Amien Rais singgung kedekatan Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sempat viral di media sosial. Video yang kini telah hilang dari kanal YouTube Amien Rais Official itu, menuai kontroversi dari berbagai pihak, termasuk partainya, Partai Ummat.

Dari penelusuran detikNews, ada keterangan yang menyebutkan jika video dengan judul "JAUHKAN ISTANA DARI SKANDAL MORAL" tidak lagi tersedia, karena adanya keberatan resmi yang disampaikan oleh pemerintah. Per pukul 13.51 WIB Sabtu (2/5/2026), video berdurasi sekitar 8 menit itu sudah tak ada lagi di kanal YouToube Amien Rais Official.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid kemudian angkat bicara soal video yang diunggah Amien Rais. Ia bahwa apa yang disampaikan Amien Rais itu merupakan fitnah dan ujaran kebencian. Meutya menyebut video tersebut merupakan pembunuhan karakter.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski sumber video awal sudah tak ada, namun video tersebut tetap menjadi perbincangan hangat di media sosial. Potongan-potongan videonya pun telah disebarkan di media sosial.

"Kementerian Komunikasi dan mengidentifikasi sebaran video yang memuat narasi fitnah, Digital (Komdigi) telah pembunuhan karakter dan serangan personal yang ditujukan kepada Presiden RI. Video tersebut diunggah oleh Ketua Majelis Syura Partai Ummat," ujar Meutya dalam postingan Instagram @kemkomdigi, Sabtu (2/5/2026).

Meutya menyebut pernyataan Amien Rais mengandung ujaran kebencian. Dia menilai pernyataannya bisa berpotensi memecah belah bangsa.

"Komdigi menegaskan bahwa isi video tersebut adalah Hoaks, Fitnah serta mengandung Ujaran Kebencian. Narasi yang dibangun merupakan upaya merendahkan martabat Pimpinan Tertinggi Negara, tidak memiliki dasar fakta serta bagian upaya provokasi untuk menciptakan kegaduhan publik. Hal ini berpotensi memecah belah bangsa," katanya.

Meutya menyebut Komdigi akan mengambil langkah-langkah sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Siapapun yang membuat dan ikut mendistribusikan dan/atau mentransmisikan video tersebut secara sadar, katanya, telah melakukan pelanggaran hukum sebagaimana diatur dalam UU ITE Nomor 1 Tahun 2024 Pasal 27A dan Pasal 28 (2).

Respons Partai Ummat-Relawan Prabowo

Ketua DPP Partai Ummat Aznur Syamsu pun buka suara. Aznur menegaskan jika pernyataan Amien Rais tak berkaitan dengan partainya.

"Itu pernyataan pribadi Pak Amien, tidak ada kaitannya dengan Partai Ummat," ujarnya saat dihubungi, Sabtu (2/5/2026).

Aznur mengaku sangat menyesalkan pernyataan tersebut. Terlebih, Amien Rais pernah menjadi tokoh negara.

"Kami dari Partai Ummat, menyayangkan pernyataan seperti itu dari Pak Amien Rais, apalagi beliau seorang tokoh, paling tidak pernah menjadi tokoh," ujarnya.

Dia kembali menegaskan pernyataan tersebut tak berkaitan dengan persoalan bangsa dan negara. Aznur menyebut jika Amien Raih telah melanggar.

"Tidak ada kaitan dengan persoalan bangsa dan negara saat ini. Pak Amien Rais off side," imbuhnya.

Ketua Umum Partai Ummat Ridho Rahmadi juga memberi tanggapan. Ridho mempersilakan siapa pun untuk menempuh jalur hukum.

"Kalau ada yang merasa dirugikan, silakan saja untuk menempuh jalur hukum sebagaimana dijamin di negeri ini. Kita tidak bisa membatasi hak mereka untuk menggunakan haknya," kata Ridho saat dihubungi, Sabtu (2/5/2026).

"Tetapi jangan sampai hukum digunakan sebagai alat pukul politik yang tebang pilih sesuai selera kekuasaan," sambungnya.

Meski begitu, dia menilai pernyataan Amien Rais hanya menyuarakan kegelisahan yang beredar di masyarakat. Namun, kata dia, Amien Rais menyampaikan hal tersebut dengan bahasa yang lugas seperti ciri khasnya.

"Ini adalah bentuk kepedulian dan kecintaan beliau terhadap negeri ini dan Pak Prabowo sebagai sahabat lamanya. Rekam jejak kritis dan keberanian beliau sudah kita saksikan bersama sejak zaman orde baru," tuturnya.

Sementara itu, Relawan Presiden Prabowo Subianto yang tergabung dalam Arus Bawah Prabowo (ABP) menegaskan akan menempuh langkah hukum terkait pernyataan Amien Rais yang dianggap sebagai fitnah keji dan provokatif. ABH menilai pernyataan tersebut telah merusak nama baik Prabowo dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

"Ucapan Amien Rais bentuk serangan personal yang serampangan terhadap Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Ini bukan lagi kritik, melainkan tuduhan keji tanpa dasar yang dipaksakan menjadi seolah-olah kebenaran. Pernyataan ini jelas halusinasi dan menyesatkan publik," tegas Ketua DPP Arus Bawah Prabowo (ABP), Supriyanto, dalam keterangannya, Sabtu (2/5/2026).

Supriyanto menilai pernyataan Amien Rais menunjukkan kecenderungan retorika yang semakin ekstrem dan tidak rasional. Menurutnya, publik berhak mendapatkan diskursus politik yang sehat.

"Pernyataan seperti ini lebih mirip opini halu yang dipaksakan menjadi fakta. Sangat disayangkan jika keluar dari seorang tokoh yang dulu dikenal sebagai bagian dari gerakan reformasi," ujar Supriyanto.

Pihaknya memastikan tengah mempersiapkan langkah hukum yang berfokus pada dugaan pencemaran nama baik, serta penyebaran informasi yang bohong.

Sebagai informasi, Amien Rais dalam sebuah video viral, melontarkan kritik keras terhadap hubungan kedekatan antara Prabowo dan Teddy. Dalam pernyataannya, Amien mengaitkan kedekatan tersebut dengan isu moralitas dan menyebutnya telah melampaui batas profesionalitas.

Amien juga mengutip analogi historis dan klaim yang disebutnya sebagai "pandangan masyarakat", yang kemudian memicu kontroversi di berbagai kalangan. Tudingan tersebut pun menuai reaksi keras dari berbagai pihak yang menilai jika pernyataan tersebut tak berdasar dan berpotensi menyesatkan opini publik.




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads