Ibadah haji dan umrah tidak hanya membutuhkan kesiapan mental dan spiritual saja, tetapi juga butuh kesiapan fisik yang prima.
Berjalan kaki dengan jarak yang jauh di tengah suhu ekstrem tentu membutuhkan kondisi fisik yang kuat. Di kota suci seperti Makkah dan Madinah, suhu bisa mencapai 40-50 derajat Celsius, terutama saat puncak ibadah di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).
Kondisi tersebut membuat kaki sangat rentan mengalami lecet hingga melepuh jika tidak diantisipasi dengan baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tips Mencegah Kaki Lecet dan Melepuh di Tanah Suci
Mengacu pada imbauan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, menjaga kesehatan kaki menjadi hal penting yang perlu diperhatikan agar ibadah tetap lancar. Berikut tips agar kaki tidak lecet dan melepuh saat menjalankan ibadah Haji maupun Umroh di tanah suci:
- Selalu gunakan alas kaki saat beraktivitas di luar. Jangan pernah berjalan tanpa alas kaki karena permukaan lantai dan jalan di Tanah Suci bisa sangat panas dan langsung melukai kulit.
- Pilih alas kaki yang nyaman dan tidak licin. Gunakan sandal atau sepatu yang biasa dipakai, tidak sempit, dan tidak menyebabkan gesekan berlebih.
- Bawa alas kaki masuk ke dalam masjid. Simpan di dalam tas dan letakkan alas kaki dekat tempat duduk supaya tidak hilang atau tertukar.
- Hafalkan lokasi penyimpanan sandal. Jika menaruh alas kaki di rak, ingat nomor atau posisi rak dengan baik agar tidak kebingungan saat keluar.
- Hindari menitipkan alas kaki ke orang lain. Risiko terpisah dari rombongan bisa membuat detikers kehilangan alas kaki dan terpaksa berjalan tanpa alas pelindung.
- Siapkan alas kaki cadangan. Ini opsional, tapi sangat membantu jika ada sandal yang hilang atau rusak.
- Rutin mencuci dan menjaga kebersihan kaki, karena kaki yang bersih lebih tahan terhadap iritasi dan infeksi.
- Gunakan pelembap pada kaki. Pelembap ini membantu menjaga kulit tetap lembut dan mencegah pecah-pecah akibat cuaca panas. Detikers bisa gunakan balm atau minyak yang dioleskan di kaki.
- Periksa kondisi kaki setiap hari. Pastikan tidak ada luka, kemerahan, atau bengkak, terutama bagi jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu seperti diabetes.
- Gunakan kaos kaki yang menyerap keringat. Memakai kaos kaki berbahan katun tidak hanya membantu menyerap keringat agar kaki tidak lembap, tapi juga memberikan perlindungan ekstra antara kulit kaki dan sandal atau sepatu untuk meminimalisir gesekan langsung yang memicu lecet.
Pertolongan Pertama Jika Kaki Melepuh
Pertolongan pertama yang sebaiknya dilakukan ketika kaki melepuh atau terbakar:
- Segera menepi ke area teduh atau lantai yang dingin untuk menghentikan paparan suhu ekstrem pada telapak kaki.
- Guyur area yang melepuh dengan air mengalir (suhu ruang) selama kurang lebih 20 menit.
- Jika muncul gelembung atau benjolan, jangan sengaja dipecahkan karena kulit di atasnya berfungsi sebagai pelindung dari nanah yang ada di dalamnya.
- Cari bantuan medis di Klinik Maktab atau Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) terdekat untuk penanganan steril.
Selama penyelenggaraan haji, pemerintah juga menyiapkan tim khusus seperti PKP3JH yang bertugas di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Tim ini siap membantu detikers dan para jemaah dalam penanganan darurat, konsultasi kesehatan, hingga penyediaan alas kaki jika diperlukan.
Jangan sepelekan kesehatan kaki saat beribadah di tanah suci. Kesehatan adalah prioritas nomor satu demi kelancaran dan kekhusyukan ibadah.
(aau/aau)
