Kementerian Perhubungan memanggil pihak perusahaan taksi Green SM terkait insiden kecelakaan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur. Kecelakaan maut ini sendiri diduga merupakan efek dari mogoknya salah satu armada taksi di pelintasan dekat stasiun tersebut.
Dilansir detikFinance, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi melalui Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan memanggil pihak Green SM untuk keperluan evaluasi. Pemanggilan dijadwalkan Selasa (28/4).
"Tadi saya sudah minta Dirjen Perhubungan Darat untuk bertemu dengan pengelola taksi hijau tersebut untuk melakukan evaluasi. Mudah-mudahan tadi kalo jadi hari ini mestinya," ujar Dudy ditemui awak media di Stasiun Bekasi Timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Green SM telah mengeluarkan pernyataan terkait insiden ini melalui akun Instagram Green SM Indonesia. Perusahaan mengatakan menaruh perhatian penuh atas insiden mogoknya armada taksi di pelintasan dan sudah memberikan keterangan kepada pihak berwenang untuk keperluan investigasi.
"Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan," jelas mereka dalam unggahan.
"Kami akan terus menyampaikan perkembangan terbaru seiring dengan tersedianya informasi yang telah terverifikasi," lanjutnya.
Hingga Selasa (28/4) pagi pukul 08.45 WIB, KAI mengonfirmasi ada 14 korban meninggal dunia dalam kejadian ini. Korban meninggal merupakan penumpang KRL dan telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi.
Sementara itu, sebanyak 84 korban luka-luka ditangani di setidaknya 9 rumah sakit di Kota Bekasi. Antara lain di RSUD Kota Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
