Pernyataan Lengkap Rudy Mas'ud, Minta Maaf-Janji Transparan

Pernyataan Lengkap Rudy Mas'ud, Minta Maaf-Janji Transparan

Riani Rahayu - detikKalimantan
Senin, 27 Apr 2026 14:59 WIB
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Masud minta maaf. (dok Instagram)
Foto: Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud minta maaf. (dok Instagram)
Samarinda -

Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud dalam beberapa bulan terakhir menjadi sorotan karena sejumlah kebijakan yang dianggap tidak pro rakyat. Puncaknya adalah Aksi 21 April lalu yang menuntut gubernur lengser.

Beberapa kebijakan yang dikritik yaitu pengadaan mobil dinas senilai Rp 8,5 miliar dan renovasi rumah jabatan senilai Rp 25 miliar. Selain itu, keberadaan keluarga Mas'ud di lingkaran pemerintahan dianggap sebagai dinasti kekuasaan.

Setelah aksi unjuk rasa berakhir, Rudy hanya muncul melalui video di medsos yang mengapresiasi demonstrasi tanpa meminta maaf. Beberapa hari setelahnya, Rudy juga memberikan berbagai klarifikasi saat diwawancarai wartawan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kali ini, Rudy kembali muncul di media sosial resmi untuk menyampaikan permintaan maaf dan siap bertanggung jawab. Dia pun berjanji akan transparan dalam menjalankan fungsi pemerintahan.

Berikut pernyataan lengkap Rudy Mas'ud dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadi dan Pemprov Kaltim pada Minggu (26/4):

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ayahanda ibunda dan ada di masyarakat Kalimantan Timur yang saya hormati. Beberapa hari terakhir saya mengikuti berbagai perhatian masuk dan berkembang di tengah masyarakat.

Sebagai gubernur saya memahami ketika menyangkut kebijakan dan penggunaan fasilitas publik, wajar jika muncul pertanyaan bahwa kritik yang keras bentuk kepedulian masyarakat terhadap daerah yang kita cintai bersama.

Beberapa hari ini saya banyak merenung. Saya menyadari ada hal-hal yang perlu diperbaiki, baik dalam bersikap maupun dalam berkomunikasi. Untuk itu, dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas kegaduhan dan ketidaknyamanan yang terjadi.

Saya juga mau memahami di tengah masyarakat masih banyak kebutuhan dasar yang harus kita benahi. Oleh karena itu, ketika muncul informasi terkait renovasi rumah jabatan dengan nilai yang cukup besar. Termasuk di dalamnya beberapa item yang menjadi sorotan, seperti kursi pijat dan akuarium air laut. Wajar jika hal tersebut menimbulkan rasa tidak nyaman dan pertanyaan di masyarakat.

Perlu kami sampaikan secara jujur bahwa perencanaan paket renovasi rumah Rp 25 miliar tersebut memang sudah ada sebelum kami menjabat. Namun, saya menyadari sebagai gubernur saat ini tanggung jawab tetap ada pada saya.

Saya juga harus meneliti lebih dalam memilah dan memastikan prioritasnya benar-benar sesuai dengan rasa keadilan masyarakat. Karena itu saya tidak mencari alasan. Ini adalah adalah tanggung jawab saya.

Sebagai bentuk komitmen, saya akan mengambil langkah yang pertama. Saya akan menanggung secara pribadi item renovasi rumah dinas yang di luar fungsi kedinasan, termasuk kursi pijat dan akuarium air laut.

Seluruh item dalam paket renovasi akan kami evaluasi dan audit ulang secara terbuka agar masyarakat dapat melihat dengan jelas dan ikut mengawasi. Ke depan, kami juga akan melakukan penyesuaian agar penggunaan anggaran fasilitas pimpinan lebih sederhana dan lebih berpihak pada kebutuhan masyarakat.

Kedua, sebagai bentuk menjaga kepercayaan publik mulai esok saya juga akan meniadakan keterlibatan keluarga dalam peran struktural yang berhubungan langsung dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Termasuk wakil ketua tim ahli gubernur untuk percepatan pembangunan.

Kami juga akan membuka ruang transparansi yang lebih luas agar setiap kebijakan bisa dipahami dan diawasi bersama. Masukan dan kritik yang disampaikan masyarakat saya terima sebagai bentuk kepedulian dan cinta terhadap Kalimantan Timur.

Terkait dengan pernyataan saya sebelumnya yang dikaitkan dengan pimpinan di tingkat nasional dan menimbulkan penafsiran yang kurang tepat, saya juga memohon maaf yang sebesar-besarnya dan sedalam-dalamnya. Saya menegaskan bahwa tidak ada maksud sedikitpun untuk membawa atau membandingkan pihak mana pun, ke dalam konteks yang tidak semestinya.

Ke depan saya akan lebih berhati-hati dalam bertutur kata agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru. Saya berkomitmen untuk bekerja lebih teliti, lebih peka dan lebih mendahulukan apa yang menjadi prioritas bagi masyarakat Kalimantan Timur.

Mohon doa dan dukungan untuk meneruskan program-program kita dan memastikan setiap manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat Kalimantan Timur. Terima kasih akhirul kalam, wallahul muwafiq ila aqwamit thariq, Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.




(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads