Singkawang Jadi Kota Paling Toleran Nomor 2 Versi Setara

Singkawang Jadi Kota Paling Toleran Nomor 2 Versi Setara

Isal Mawardi - detikKalimantan
Rabu, 22 Apr 2026 19:31 WIB
Sejumlah Hakka Ako dan Hakka Amoi tingkat nasional serta Kota Singkawang bertugas menyambut tamu kehormatan pada puncak perayaan Cap Go Meh di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Selasa (3/3/2026). Perayaan Cap Go Meh 2026 yang jatuh pada hari ke-15 Tahun Baru Imlek tersebut dimeriahkan dengan pentas seni dan budaya sebagai simbol harmoni dan keberagaman di Kota Singkawang. ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/tom.
Perayaan Cap Go Meh di Singkawang. Foto: ANTARA FOTO/Jessica Wuysang
Singkawang -

Kota Singkawang, Kalimantan Barat (Kalbar) menjadi kota paling toleran nomor dua menurut Setara Institute. Dalam Indeks Kota Toleran tahun 2025 yang dirilisnya pada Rabu (22/4/2026), Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng), menduduki peringkat teratas.

Dikutip dari detikNews, Salatiga mengantongi skor 6,492 sementara Singkawang menduduki peringkat kedua dengan skor 6,391. Studi ini menggunakan 4 variabel dan 8 indikator sebagai alat ukur untuk menilai 94 kota di Indonesia.

Empat variabel tersebut adalah variabel regulasi pemerintah kota, variabel regulasi sosial, variabel tindakan pemerintah, dan variabel demograsi agama. Berikut ini peringkat 10 terbesar kota toleran berdasarkan indeks kota toleran Setara Institute:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1.Kota Salatiga (skor 6,492)
2.Kota Singkawang (skor 6,391)
3.Kota Semarang (skor 6,160)
4.Kota Pematangsiantar (skor 6,084)
5.Kota Bekasi (skor 6,037)
6.Kota Sukabumi (skor 5,973)
7.Kota Magelang (skor 5,805)
8.Kota Kediri (skor 5,792)
9.Kota Tegal (skor 5,733)
10.Kota Ambon (skor 5,657)

Ketua Badan Pengurus Setara Institute Ismail Hasani mengatakan indeks kota toleran 2025 adalah bentuk konsistensi Setara untuk memastikan pengukuran yang berkelanjutan mencatat dan merekam progresi dan regresi kerja bersama pemerintah daerah serta masyarakat.

"Jadi (indeks kota toleran) bukan semata-semata prestasi Walikota atau Kesbangpol atau FKUB tapi adalah prestasi bersama," kata Ismail.

Ismail menambahkan, rumus memajukan toleransi ada 3. Pertama, memastikan kepemimpinan politik promotif terhadap toleransi.

Kedua, kepemimpinan birokrasi. "Ketiga, kepemimpinan sosial," jelas Ismail.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian diwakili Direktur Ketahanan Ekonomi, Sosial, dan Budaya, Ditjen Polpum Kemendagri, Bisri, mengapresiasi kota-kota yang berhasil memperoleh skor tinggi dalam indeks kota toleran. Namun ia meminta kota dengan capaian indeks kota toleran tidak berpuas diri.

"Ini bukan tujuan akhir melainkan motivasi untuk selalu menjaga dan meningkatkan capaian yang telah diraih," jelas Bisri.




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 



Hide Ads