Pascaaksi 21 April 2026 di Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), aktivitas di sekitar lokasi berjalan seperti biasa. Berdasarkan pantauan detikKalimantan di lapangan, tidak ditemukan kerusakan pada bangunan maupun sarana pendukung di area kantor gubernur. Namun, sisa pengamanan masih terlihat di sekitar lokasi.
Di depan gerbang utama, gulungan bekas kawat berduri masih tergeletak. Selain itu, kawat berduri juga masih terpasang di sepanjang pagar kantor gubernur hingga ke area rumah jabatan.
Di sisi lain, terlihat beberapa coretan di pagar kantor gubernur yang diduga dibuat peserta aksi. Coretan tersebut hingga kini belum sepenuhnya dibersihkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penampakan Kantor Gubernur Kaltim pascaaksi 21 April/ Foto: Riani Rahayu/detikKalimantan |
Petugas kebersihan dari lingkungan Pemprov Kaltim terlihat melakukan pembersihan di area tersebut. Proses ini dilakukan untuk mengembalikan kondisi kantor gubernur seperti semula pasca aksi.
Diketahui aksi sempat ricuh pada pukul 18.00 Wita. Awalnya sebagian massa dan korlapnya sudah meninggalkan lokasi. Perempuan, anak-anak, dan disabilitas juga diimbau untuk mundur. Pukul 17.55 Wita, Kapolresta Samarinda Kombes Hendri Umar sempat mengimbau kepada massa untuk membubarkan diri dan kembali ke rumah.
Namun, sebagian massa yang masih bertahan enggan pulang karena merasa tidak puas dengan demonstrasi tersebut. Polisi kemudian membentuk barisan benteng, massa aksi yang hilang kesabaran melempar batu, botol kaca, kardus, dan pecahan kaca ke dalam area.
Setelah melakukan aksi pelemparan, massa melakukan pembakaran di depan gerbang. Aparat kemudian menembakkan water canon untuk membubarkan massa. Kericuhan sempat berlangsung 1 jam 30 menit. Demo selesai di pukul 19.45 Wita.
Penampakan Kantor Gubernur Kaltim pascaaksi 21 April/ Foto: Riani Rahayu/detikKalimantan |
Sebagai informasi, aksi 21 April di Kalimantan Timur sempat ricuh hingga terjadi pengamanan terhadap sejumlah massa. Meski begitu, polisi memastikan situasi tetap terkendali tanpa korban luka maupun insiden serius.
Kapolda Kaltim Irjen Endar Priantoro mengatakan aksi berjalan lancar dan aspirasi massa telah disampaikan di DPRD Kaltim serta Kantor Gubernur Kaltim. Ia menyebut penyampaian aspirasi tersebut juga telah dimonitor oleh gubernur.
"Yang pertama saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat, mahasiswa dan peserta jukrasa. Hari ini pelaksanaan jukrasa bisa jalan dengan damai, tertib, penyampaian aspirasi juga tadi sudah disampaikan di gedung DPRD dan diterima oleh pimpinan DPRD," ujar Irjen Endar, saat ditemui wartawan di lokasi aksi, Selasa (21/4/2026).
(sun/bai)

