Diduga Provokator, Pria Bawa Flare-Bom Asap Ditangkap Massa Demo Kaltim

Diduga Provokator, Pria Bawa Flare-Bom Asap Ditangkap Massa Demo Kaltim

Riani Rahayu - detikKalimantan
Selasa, 21 Apr 2026 17:45 WIB
Pria diduga provokator ditangkap massa, bawa flare hingga bom asap di aksi 21 April Kaltim.
Pria diduga provokator ditangkap massa, bawa flare hingga bom asap di aksi 21 April Kaltim. Foto: Riani Rahayu/detikKalimantan
Samarinda -

Aksi unjuk rasa 21 April di Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) diwarnai dugaan adanya penyusup di tengah massa. Sejumlah benda seperti flare hingga bom asap diduga dibawa oleh seorang pemuda oknum provokator yang menyusup ke dalam barisan aksi.

Barang temuan tersebut langsung diamankan oleh koordinator lapangan bersama peserta aksi. Langkah ini diambil agar situasi tetap kondusif dan tidak terpancing kericuhan di lapangan.

Salah satu peserta aksi, Roy Hendrayanto, mengatakan benda-benda itu ditemukan saat massa mulai mencurigai adanya pihak yang tidak dikenal di dalam aksi. Ia menyebut temuan tersebut langsung diamankan sebagai bentuk antisipasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Memang ada yang membawa flare dan semacam bom asap. Itu ada dua kotak, masih baru semua," ujar pria yang juga Wakil Ketua Bidang Hukum dan Perundang-Undangan DPD PDI Perjuangan Kaltim itu.

Ia mengungkapkan, selain flare dan bom asap, juga ditemukan perlengkapan lain seperti tali yang diduga akan digunakan untuk memicu kericuhan. Karena itu, pihaknya bersama korlap sepakat untuk segera mengamankan siapa pun yang membawa barang mencurigakan.

"Kita sudah sepakat dengan teman-teman korlap, kalau ada yang begitu langsung kita amankan," katanya.

Barang-barang yang ditemukan tersebut kemudian diserahkan kepada aparat keamanan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga aksi tetap berjalan damai sesuai kesepakatan bersama.

"Langsung kita serahkan ke aparat untuk menjaga kondisi kita," tegasnya.

Ia juga menyebut, satu di antara benda tersebut sempat dinyalakan sebelum akhirnya diamankan. Sementara itu, masih ada beberapa barang bukti lain yang berhasil diamankan di lokasi.

"Sudah ada satu yang sempat dinyalakan, dan masih ada dua lagi barang buktinya," pungkasnya.

Sementara itu, aksi tersebut terjadi saat massa tengah menyampaikan orasi dan mencoba merobohkan kawat duri. Dengan alat seadanya, kawat duri yang sempat menutupi ATM Center di samping kantor Gubernur Kaltim sudah rata dengan tanah.



(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads