Setelah berkumpul di DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), massa aksi unjuk rasa 21 April kini beralih memadati Kantor Gubernur Kaltim. Massa aksi bergerak dari Islami Center menuju kantor Gubernur sekira pukul 14.00 Wita.
Dari pantauan detikKalimantan di lapangan, para pendemo telah berkumpul dan menyampaikan orasinya. Dalam penyempaiannya, massa meminta Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud bertemu mereka hingga memaksa turun dari jabatannya.
Selain itu dari pantauan juga kantor Gubernur Kaltim sudah dilapisi kawat berduri sampai rumah dinas. Di depannya terpasang spanduk dengan tulisan: "Selamat datang di Rumah Etam, gedung ini milik anda, milik kita semua. Mari kita bicara sebagai saudara". Sampai pukul 14.37 Wita massa aksi masih terus berdatangan ke kantor Gubernur Kaltim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya di DPRD Kaltim, massa sempat memasang spanduk berisikan 3 tuntutan. Spanduk tersebut dipasang di tempat baliho yang sebelumnya menampilkan foto pimpinan DPRD Kaltim serta ucapan Selamat Hari Kartini.
Sementara itu, di kantor Gubernur Kaltim dan rumah jabatan, petugas sudah memasang kawat berduri sejak Senin (20/4). Pemasangan tersebut sempat menuai kritik dari masyarakat, khususnya disampaikan oleh Ketua Pusat Penelitian Hak Asasi Manusia dan Multikulturalisme Tropis (PusHAM-MT) Universitas Mulawarman, Musthafa. Ia menyebut pendekatan tersebut justru memberi kesan represif dalam merespons aksi penyampaian pendapat.
"Tindakan pemasangan kawat berduri ini berlebihan dan secara simbolik menciptakan jarak psikologis antara pemerintah dan masyarakat," ujar Musthafa dalam pernyataannya, Senin (20/4/2026).
Terkait pemasangan pagar kawat berduri, Kapolda Kaltim Irjen Endar Priantoro meminta agar hal itu tidak dibesar-besarkan karena bersifat pencegahan. Ia menegaskan pola pengamanan tetap mengedepankan pendekatan humanis, preemtif, dan preventif.
"Itu untuk mencegah pihak yang tidak bertanggung jawab. Kalau tidak ada niat buruk, tidak perlu dipermasalahkan," tutur Endar.
(des/des)
