1.000 Rumah Apung di Sabah Ludes Terbakar

Internasional

1.000 Rumah Apung di Sabah Ludes Terbakar

Yulida Medistiara - detikKalimantan
Senin, 20 Apr 2026 16:31 WIB
Balikpapan -

Kebakaran besar melanda negara tetangga, Sabah, Malaysia. Sebanyak 1.000 rumah di desa pesisir yang masih berada di Pulau Kalimantan itu hangus terbakar pada Minggu (19/4).

Dilansir detikNews dari AFP, kebakaran itu terjadi pada Minggu pagi di "desa air" di distrik Sandakan, timur laut Sabah, tempat beberapa penduduk termiskin di Malaysia.

Ribuan orang mengungsi setelah kebakaran menghancurkan tempat tinggal mereka. Seribu rumah darurat itu di antaranya dibangun di atas tiang di atas air di Malaysia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam rekaman drone dari lokasi kejadian menunjukkan asap hitam tebal menutupi area tersebut saat api melahap permukiman. Menurut laporan, kebakaran terjadi di distrik Sandakan sekitar pukul 01:32 pagi (1732 GMT).

Damkar lalu mengerahkan 37 personel dari dua stasiun untuk memadamkan api. Kebakaran tersebut melibatkan sekitar 1.000 rumah apung sementara dengan total luas 10 hektar dan 100 persen hangus terbakar.

"Angin kencang dan jarak antar rumah yang berdekatan menyebabkan api menyebar dengan cepat, sementara kondisi air surut juga mempersulit untuk mendapatkan sumber air terbuka," kata Kepala Pemadam Kebakaran dan penyelamatan distrik, Jimmy Lagung, dikutip 20detik.

Wilayah tersebut juga dihuni masyarakat adat dan warga tanpa kewarganegaraan, tinggal di rumah-rumah panggung kayu yang berjejal.

"Insiden yang sangat besar dan memilukan ini berdampak pada 9.007 penduduk," kata Kepala polisi Sandakan, George Abd Rakman, dikutip oleh harian berbahasa Inggris setempat, The Star.

Jalur akses yang sempit menghalangi mobil pemadam kebakaran mencapai lokasi. Selain itu, kondisi pasang surut air laut juga menghambat proses pemadaman tersebut.

Tidak ada korban luka atau jiwa yang dilaporkan. Kini, situasi di TKP dikabarkan sudah tidak lagi berbahaya.

Sementara itu, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan pemerintah federal sedang berkoordinasi dengan otoritas Sabah untuk memberikan bantuan dan akomodasi sementara bagi mereka yang terkena dampak sesegera mungkin.

"Prioritas sekarang adalah keselamatan para korban dan bantuan segera di lapangan," kata Anwar dalam sebuah unggahan di Facebook.

(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads