Operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Sungai Batang, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, disuspensi sementara. Keputusan itu diambil menyusul polemik pencemaran limbah yang dikeluhkan warga dan viral di publik.
Kepala MBG Regional Kalbar, Agus Kurniawi, membenarkan penghentian sementara tersebut. Ia menyebut langkah ini diambil sebagai bagian dari proses investigasi menyeluruh.
"Untuk sementara operasional SPPG Sungai Batang dihentikan sambil menunggu hasil pemeriksaan lengkap, termasuk uji laboratorium kualitas air dari dinas terkait," ujar Agus kepada detikKalimantan, Minggu (19/4/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keputusan itu mengacu pada sejumlah dasar, mulai dari laporan khusus Kepala SPPG setempat terkait pemberitaan viral pencemaran limbah, hasil investigasi lapangan, hingga pertimbangan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN).
Dalam surat resmi tertanggal 18 April 2026, disebutkan penghentian operasional dilakukan sampai ada kepastian bahwa pengelolaan limbah telah memenuhi standar yang ditetapkan. SPPG tersebut diketahui dikelola oleh Yayasan Lentera Pangan Borneo bersama Mitra Dapur Kaia88.
Agus menegaskan, dapur MBG baru bisa kembali beroperasi setelah dinyatakan lolos uji kelayakan air dan sesuai dengan ketentuan dalam Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional Nomor 401.1 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Tata Kelola Penyelenggaraan MBG Tahun Anggaran 2026.
"Kalau hasil uji sudah memenuhi standar, baru bisa dipertimbangkan untuk beroperasi kembali," tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, warga setempat mengeluhkan limbah dapur MBG yang mencemari parit. Air yang biasa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari berubah warna, berbau menyengat, hingga tak lagi layak dipakai, termasuk untuk berwudu.
Kasus ini memicu protes warga dan mendapat perhatian pemerintah desa hingga berujung pada penghentian sementara operasional dapur MBG tersebut.
