Setiap tanggal 21 April, masyarakat Indonesia memperingati Hari Kartini untuk mengenang jasa Raden Adjeng (RA) Kartini dalam memperjuangkan hak-hak dan emansipasi perempuan. Berbagai kegiatan dilaksanakan sekitar tanggal ini.
Selama bertahun-tahun, acara peringatan Hari Kartini sering kali identik dengan lomba mengenakan pakaian adat atau peragaan busana kebaya. Seiring berkembangnya zaman, esensi perjuangan Kartini perlu diterjemahkan ke dalam bentuk yang lebih luas, relevan, dan berdampak nyata.
Hari Kartini adalah momentum yang tepat untuk merayakan kemandirian, kecerdasan, dan ketangguhan perempuan masa kini. Jika detikers sedang merancang acara untuk sekolah, kampus, kantor, atau komunitas, berikut adalah 20 ide kegiatan atau event kreatif untuk menyemarakkan Hari Kartini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Edukasi & Pengembangan Diri
Kartini sangat vokal memperjuangkan hak pendidikan bagi perempuan. Mari teruskan semangat tersebut dengan kegiatan yang memperkaya wawasan:
1. Talkshow "Kartini Masa Kini"
Mengundang narasumber perempuan inspiratif dari berbagai profesi (seperti CEO, ilmuwan, atlet, atau seniman) untuk berbagi pengalaman, tantangan, dan tips sukses meniti karier di bidang yang mungkin didominasi laki-laki.
2. Pelatihan Digital Marketing & Coding Dasar untuk Perempuan
Kartini memperjuangkan pendidikan. Di era modern, kegiatan ini bertujuan membekali perempuan dengan keterampilan digital (seperti membuat website sederhana atau mengelola media sosial untuk bisnis) agar lebih mandiri secara ekonomi.
3. Workshop Self-Defense Praktis
Bekerja sama dengan instruktur bela diri untuk memberikan pelatihan singkat tentang teknik dasar pertahanan diri bagi perempuan. Ini meningkatkan rasa aman dan kepercayaan diri.
4. Seminar Kesehatan Mental & Self-Care
Perempuan sering kali memikul beban ganda (pekerjaan dan rumah tangga). Seminar ini fokus pada pentingnya menjaga kesehatan mental, mengelola stres, dan hak perempuan untuk memiliki waktu beristirahat.
5. Bedah Buku Karya Penulis Perempuan
Mengadakan sesi diskusi mendalam membahas buku-buku fiksi maupun non-fiksi yang ditulis oleh perempuan atau membahas isu-isu perempuan terkini.
Seni & Budaya
Rayakan keindahan budaya dan kreativitas perempuan dengan cara yang lebih segar:
6. Fashion Show Kebaya Daur Ulang (Eco-Fashion)
Menggabungkan tradisi dengan isu lingkungan. Peserta ditantang untuk merancang dan mengenakan kebaya atau pakaian tradisional nusantara yang terbuat dari bahan-bahan bekas atau daur ulang.
7. Lomba Fotografi "Perempuan Tangguh di Sekitarku"
Lomba fotografi yang terbuka untuk umum, di mana peserta harus menangkap momen atau potret perempuan-perempuan pekerja keras di lingkungan sekitar (misalnya pedagang pasar, guru, atau ibu rumah tangga).
8. Pameran Seni "Karya Tangan Kartini"
Sebuah eksibisi seni (lukisan, patung, kerajinan tangan, atau instalasi) yang seluruhnya merupakan hasil karya seniman perempuan lokal.
9. Pementasan Drama Musikal / Monolog Kisah Kartini
Mengemas sejarah hidup RA Kartini dalam bentuk pertunjukan teater atau monolog modern agar lebih mudah dinikmati dan dipahami oleh generasi muda (Gen Z dan Alpha).
10. Lomba Cipta & Baca Puisi Emansipasi
Peserta diajak untuk menulis dan membacakan puisi bertema perjuangan, kesetaraan gender, atau apresiasi terhadap sosok ibu dan perempuan.
Sosial & Komunitas
Wujudkan kepedulian melalui aksi nyata yang berdampak langsung pada masyarakat:
11. Bakti Sosial untuk Perempuan Rentan
Menggalang dana atau barang kebutuhan pokok untuk disalurkan kepada perempuan yang membutuhkan, seperti janda lansia, ibu tunggal, atau panti asuhan putri.
12. Donor Darah "Kartini Peduli"
Bekerja sama dengan PMI untuk mengadakan acara donor darah yang menargetkan partisipasi aktif dari komunitas perempuan, lengkap dengan pemeriksaan kesehatan gratis (seperti cek gula darah atau tensi).
13. Mentorship Kilat
Mempertemukan mahasiswi atau perempuan profesional muda dengan siswi SMA/SMP untuk sesi mentoring terkait pilihan jurusan kuliah, karier, dan mengatasi krisis kepercayaan diri remaja.
14. Bazar UMKM Perempuan
Menyediakan ruang publik atau stan gratis khusus bagi para pengusaha UMKM perempuan lokal untuk memamerkan dan menjual produk kuliner, fesyen, atau kriya mereka.
Seru-seruan di Kantor/Sekolah
Bawa gelak tawa dan keceriaan ke lingkungan Anda dengan acara yang mendobrak kebiasaan:
15. Hari Bertukar Peran (Role-Swap Day)
Sebuah kegiatan ringan untuk mematahkan stereotip gender. Misalnya, karyawan/siswa laki-laki bertugas merangkai bunga atau memasak bekal, sementara perempuan berlomba mengganti ban motor atau merakit perabot.
16. Lomba Memasak "Resep Kartini" Lintas Gender
Lomba memasak kuliner tradisional Indonesia di mana peserta wajib berkelompok (laki-laki dan perempuan), dan yang bertugas sebagai Chef utama atau pengambil keputusan adalah peserta laki-laki, untuk menumbuhkan rasa empati berbagi tugas dapur.
17. Stand-Up Comedy Tema Perempuan
Ajang pencarian bakat melucu di mana peserta menceritakan pengalaman sehari-hari, tantangan, atau stereotip unik yang dialami perempuan dengan cara yang kocak dan menghibur.
18. Trivia Quiz Sejarah Tokoh Perempuan Indonesia
Lomba cerdas cermat berkelompok yang pertanyaan-pertanyaannya difokuskan pada pahlawan nasional perempuan (Malahayati, Cut Nyak Dien, Dewi Sartika) dan pencapaian perempuan modern Indonesia.
Kampanye Media Sosial
Ajak netizen untuk turut merayakan Hari Kartini dari layar gawai mereka:
19. Tantangan Video Pendek #SuratUntukKartini Masa Kini
Kampanye di TikTok atau Instagram Reels di mana pengguna membuat video singkat berisi pesan, harapan, atau curhatan seandainya mereka bisa mengirim surat kepada RA Kartini hari ini.
20. Kampanye "No Makeup, Just Me"
Mengajak perempuan untuk mengunggah foto diri mereka tanpa riasan sama sekali di Hari Kartini dengan caption tentang mencintai diri sendiri (self-love) dan bahwa kecerdasan serta karakter lebih penting dari sekadar penampilan fisik.
Di balik peringatan Hari Kartini, pesan pentingnya adalah tentang bagaimana kita meneruskan tongkat estafet perjuangannya di masa kini. Tidak hanya bernostalgia pada sejarah, tetapi kita juga harus bisa berkontribusi dalam kehidupan nyata. Selamat Hari Kartini!
