Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat masih menghadapi sejumlah tantangan besar dalam pembangunan, terutama pada sektor infrastruktur dasar dan pelayanan publik. Salah satunya, jalan berkondisi mantap yang baru mencapai 13,13 persen serta akses air bersih masyarakat yang masih di angka 54,2 persen.
Hal itu disampaikan Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Sintang Tahun 2027 di Aula Pendopo Bupati Sintang, Kamis (9/4/2026).
Bala mengatakan, tahun 2026 merupakan tahun kedua pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sintang 2025-2029.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Visi yang diusung adalah terwujudnya masyarakat Kabupaten Sintang yang maju, sejahtera, berkualitas, dan berkelanjutan. Penyusunan RKPD 2027 ini menjadi pedoman bagi seluruh program pembangunan," ujarnya.
Ia mengakui, capaian pembangunan di Sintang masih menghadapi berbagai tantangan. Selain kondisi jalan mantap dan akses air bersih, capaian sanitasi layak saat ini berada di angka 70,1 persen.
Sementara itu, rumah layak huni di Sintang sudah mencapai 94,1 persen. Meski demikian, Bala menilai perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) masih belum sesuai harapan.
"IPM kita masih perlu ditingkatkan. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama," jelasnya.
Menurut Bala, berbagai indikator tersebut harus menjadi perhatian dalam perencanaan pembangunan ke depan agar lebih terarah dan tepat sasaran.
Ia berharap, melalui Musrenbang RKPD 2027, pemerintah dapat menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menyelaraskan program prioritas pembangunan daerah.
"Harapannya, program yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat Sintang," pungkasnya.
