Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan ancaman-ancaman baru bagi Iran. Ia mengklaim akan mengembalikan Iran ke zaman batu dengan cara menghancurkan infrastruktur penting dan pembangkit listrik di negara Islam tersebut.
Dilansir detikFinance, Trump menyampaikan ancaman tersebut karena hingga kini tawaran gencatan senjata dari pihak AS tak kunjung mendapat sambutan dari Iran. Trump mengatakan pihak militer AS akan melakukan segala cara untuk menaklukkan apa yang tersisa di Iran.
"Militer AS bahkan belum mulai menghancurkan apa yang tersisa di Iran. Jembatan selanjutnya, lalu Pembangkit Listrik," tulis Trump di media sosialnya pada Kamis (2/4/2026) malam, dikutip Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, serangan udara AS menghancurkan jembatan B1 yang baru dibangun di dekat Teheran, ibu kota Iran. Media Iran melaporkan setidaknya 8 orang tewas dalam kejadian tersebut, sementara 95 orang lainnya luka-luka.
Beberapa jam setelah cuitan Trump tersebut, kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa sebuah jet tempur F-35 milik AS telah ditembak jatuh di wilayah Iran Tengah. Beredar foto yang menunjukkan puing-puing ekor pesawat dengan tulisan "Angkatan Udara AS di Eropa".
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menanggapi unggahan Trump tersebut beberapa jam kemudian. Dia mengatakan di X bahwa "tidak ada minyak atau gas yang dipompa di Timur Tengah saat itu," merujuk pada pernyataan Trump tentang zaman batu.
"Apakah Presiden AS dan orang Amerika yang menempatkannya di kursi kepresidenan yakin bahwa mereka ingin memutar kembali waktu?" kata Araghchi.
Baca selengkapnya di detikFinance.
