Bacaan Niat Puasa Syawal, Batas Waktu, dan Keutamaannya

Bacaan Niat Puasa Syawal, Batas Waktu, dan Keutamaannya

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Kamis, 02 Apr 2026 08:58 WIB
Ornamental Arabic lantern with burning candle glowing at night background. Festive greeting card, invitation for Muslim holy month Ramadan Kareem.
Foto: Getty Images/Choreograph (Konstantin Yuganov)
Samarinda -

Setelah merayakan Hari Raya Idulfitri, umat Islam menyambut bulan Syawal yang di dalamnya juga banyak ibadah sunnah yang dianjurkan. Salah satu amalan sunnah tersebut adalah puasa Syawal.

Puasa Syawal adalah puasa sunnah yang dilakukan selama enam hari di bulan Syawal, tepat setelah Hari Raya Idulfitri. Puasa ini dapat dilaksanakan mulai tanggal 2 Syawal dan bisa dilakukan secara berurutan maupun terpisah, asalkan masih dalam bulan Syawal.

Walaupun boleh dilakukan tidak berturut-turut, para ulama menyebutkan bahwa yang lebih utama adalah melaksanakannya secara berurutan sejak awal bulan. Hal ini tidak lain untuk menunjukkan semangat dalam melanjutkan ibadah setelah Ramadhan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keutamaan puasa ini dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Muslim:

Ψ£ΩŽΩ†ΩŽΩ‘ Ψ±ΩŽΨ³ΩΩˆΩ„ΩŽ Ψ§Ω„Ω„ΩŽΩ‘Ω‡Ω Ψ΅ΩŽΩ„ΩŽΩ‘Ω‰ Ψ§Ω„Ω„ΩŽΩ‘Ω‡Ω ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩŠΩ’Ω‡Ω ΩˆΩŽΨ³ΩŽΩ„ΩŽΩ‘Ω…ΩŽ Ω‚ΩŽΨ§Ω„ΩŽ Ω…ΩŽΩ†Ω’ Ψ΅ΩŽΨ§Ω…ΩŽ Ψ±ΩŽΩ…ΩŽΨΆΩŽΨ§Ω†ΩŽ Ψ«ΩΩ…ΩŽΩ‘ أَΨͺΩ’Ψ¨ΩŽΨΉΩŽΩ‡Ω سِΨͺΩ‹Ω‘Ψ§ مِننْ Ψ΄ΩŽΩˆΩŽΩ‘Ψ§Ω„Ω ΩƒΩŽΨ§Ω†ΩŽ ΩƒΩŽΨ΅ΩΩŠΩŽΨ§Ω…Ω Ψ§Ω„Ψ―ΩŽΩ‘Ω‡Ω’Ψ±Ω

Artinya: "Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun" (HR Muslim).

Dalam penjelasan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Imam an-Nawawi menyebutkan bahwa pahala tersebut dihitung karena setiap amal kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali. Puasa Ramadhan (30 hari) ditambah enam hari Syawal, jika dikalikan sepuluh, setara dengan 360 hari atau satu tahun penuh.

Untuk memulai puasa Syawal, alangkah baiknya dimulai dengan niat. Karena amalan seorang hamba bergantung pada niat di dalam hatinya. Berikut bacaan niat, batas waktu, dan keutamaan puasa Syawal.

Bacaan Niat Puasa Syawal

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ΅ΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ غَدٍ ΨΉΩŽΩ†Ω’ سِΨͺΩŽΩ‘Ψ©Ω مِنْ Ψ΄ΩŽΩˆΩŽΩ‘Ψ§Ω„Ω Ψ³ΩΩ†ΩŽΩ‘Ψ©Ω‹ Ω„ΩΩ„ΩŽΩ‘Ω‡Ω ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

Nawaitu shauma ghadin 'an sittatin min syawwalin sunnatan lillahi ta'ala.

Artinya: "Saya niat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah Ta'ala."

Niat ini sebaiknya dibaca pada malam hari hingga sebelum terbit fajar. Tetapi karena termasuk puasa sunnah, niat juga masih diperbolehkan pada pagi hari selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak fajar.

Batas Waktu Puasa Syawal 2026

Puasa Syawal hanya dapat dilakukan selama bulan Syawal, sehingga memiliki batas waktu yang jelas, yaitu sebelum masuk bulan Zulkaidah.

Pada tahun 2026, terdapat sedikit perbedaan penetapan awal Syawal akibat dari perbedaan penetapan Ramadhan antara pemerindah dan Muhammadiyah. Untuk pemerintah, 1 Syawal 1447 H ditetapkan jatuh pada 21 Maret 2026, sehingga puasa Syawal sudah bisa dilakukan sejak 22 Maret 2026.

Sementara untuk Muhammadiyah, 1 Syawal 1447 H jatuh pada 20 Maret 2026, sehingga puasa Syawal bisa dilaksanakan pada 21 Maret 2026. Jika dihitung hingga akhir bulan Syawal atau sekitar 30 hari, maka batas akhir pelaksanaan puasa Syawal diperkirakan jatuh pada sekitar 17 atau 18 April 2026.

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

Mayoritas ulama dari mazhab Syafi'i dan Hanbali sepakat bahwa puasa Syawal hukumnya sunnah dan sangat dianjurkan. NU Online menjelaskan keutamaan puasa Syawal, di antaranya:

1. Menyempurnakan Ibadah Ramadhan

Puasa Syawal berfungsi sebagai penyempurna ibadah puasa Ramadhan. Seperti halnya salat sunnah yang melengkapi kekurangan dalam salat wajib, puasa enam hari di bulan Syawal juga menjadi pelengkap atas kemungkinan kekurangan selama menjalankan puasa Ramadhan.

2. Menunjukkan Konsistensi dalam Beribadah

Melanjutkan ibadah setelah Ramadhan merupakan tanda istiqamah seorang Muslim. Puasa Syawal mencerminkan bahwa seseorang tidak hanya beribadah di waktu-waktu tertentu saja, tetapi mampu menjaga kebiasaan baik yang telah dibangun selama bulan suci.

3. Mendapat Pahala Seperti Puasa Setahun Penuh

Keutamaan ini didasarkan pada sabda Rasulullah SAW berikut:

Ψ£ΩŽΩ†ΩŽΩ‘ Ψ±ΩŽΨ³ΩΩˆΩ„ΩŽ Ψ§Ω„Ω„ΩŽΩ‘Ω‡Ω Ψ΅ΩŽΩ„ΩŽΩ‘Ω‰ Ψ§Ω„Ω„ΩŽΩ‘Ω‡Ω ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩŠΩ’Ω‡Ω ΩˆΩŽΨ³ΩŽΩ„ΩŽΩ‘Ω…ΩŽ Ω‚ΩŽΨ§Ω„ΩŽ Ω…ΩŽΩ†Ω’ Ψ΅ΩŽΨ§Ω…ΩŽ Ψ±ΩŽΩ…ΩŽΨΆΩŽΨ§Ω†ΩŽ Ψ«ΩΩ…ΩŽΩ‘ أَΨͺΩ’Ψ¨ΩŽΨΉΩŽΩ‡Ω سِΨͺΩ‹Ω‘Ψ§ مِننْ Ψ΄ΩŽΩˆΩŽΩ‘Ψ§Ω„Ω ΩƒΩŽΨ§Ω†ΩŽ ΩƒΩŽΨ΅ΩΩŠΩŽΨ§Ω…Ω Ψ§Ω„Ψ―ΩŽΩ‘Ω‡Ω’Ψ±Ω

Artinya:

"Barang siapa berpuasa Ramadhan, kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun." (HR Muslim)

Bolehkah Menggabungkan Puasa Syawal dan Qadha?

Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah apakah puasa Syawal boleh digabung dengan puasa qadha Ramadhan. Dalam hal ini, para ulama memiliki perbedaan pendapat.

Sebagian ulama, seperti Imam al-Syarqawi dan al-Ramli, berpendapat bahwa seseorang tetap mendapatkan pahala puasa Syawal meskipun digabung dengan qadha. Namun, pahala yang diperoleh tidak sempurna seperti jika dilakukan secara terpisah.

Pendapat lain menyebutkan bahwa menggabungkan niat bisa membuat hanya satu puasa yang dianggap sah, sementara sebagian ulama lainnya membolehkan dan menganggap keduanya sah sekaligus.

Walaupun begitu, banyak ulama menganjurkan untuk mendahulukan puasa qadha terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan puasa Syawal agar mendapatkan keutamaan secara sempurna.

Demikian niat, batas waktu, dan keutamaan puasa Syawal. Semoga bermanfaat dan dapat dilakukan tepat waktu!




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads