Kampusnya Diserang, Iran Ancam Balas ke Universitas AS-Israel di Timur Tengah

Internasional

Kampusnya Diserang, Iran Ancam Balas ke Universitas AS-Israel di Timur Tengah

Novia Aisyah - detikKalimantan
Senin, 30 Mar 2026 09:57 WIB
Iranian firefighters work to recover the body of an Afghan woman from the ruins of a residential building in Tehran, Iran, on March 27, 2026. The building was struck during a military operation involving the United States and Israel. (Photo by Morteza Nikoubazl/NurPhoto via Getty Images)
Serangan di Teheran, Iran. Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto
Jakarta -

Iran mengancam akan menyerang universitas Amerika Serikat (AS) dan Israel yang berada di Timur Tengah. Hal ini merupakan ancaman balasan usai Universitas Sains dan Teknologi di Teheran, Iran menjadi target serangan pada Jumat malam hingga Sabtu (27-28/3/2026).

Dikutip detikNews, media Iran melaporkan serangan ini merusak bangunan, tetapi tidak menimbulkan korban jiwa. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Minggu (29/3/2026) telah memperingatkan universitas-universitas yang berkaitan dengan AS dan Israel di kawasan Timur Tengah.

"Mulai sekarang, semua universitas milik Israel dan universitas-universitas Amerika di Asia Barat akan dianggap sebagai target yang sah," kata IRGC memperingatkan, dikutip dari Anadolu pada Minggu (29/3/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IRGC juga menyarankan semua karyawan, profesor, dan mahasiswa universitas AS di wilayah tersebut, serta penduduk di daerah sekitarnya untuk tetap berada setidaknya satu kilometer dari universitas-universitas yang dimaksud demi keselamatan.

"Jika pemerintah AS ingin universitas-universitasnya di wilayah tersebut tidak termasuk di antara dua universitas yang menjadi sasaran pembalasan pada tahap ini, mereka harus mengeluarkan pernyataan resmi yang mengutuk pemboman universitas paling lambat pukul 12 siang pada hari Senin, 30 Maret, waktu Teheran," bunyi pernyataan yang diterbitkan di kantor berita Tasnim Iran pada (29/3/2026), dikutip dari China Daily.

Sementara itu, Universitas Amerika Serikat (AUB) di Beirut, Lebanon, akan melakukan kuliah daring menyusul adanya ancaman dari IRGC.

"Seperti banyak dari Anda, kami mengetahui pagi ini tentang ancaman yang dikeluarkan terhadap universitas-universitas Amerika di wilayah tersebut," kata Presiden AUB Fadlo Khouri dalam sebuah pernyataan dilansir AFP, Senin (30/3/2026).

AUB akan menggelar kuliah online selama dua hari. Sistem pembelajaran secara daring itu akan dimulai hari ini dan besok.

"Saat ini, kami tidak memiliki bukti ancaman langsung terhadap universitas kami, kampus-kampusnya, atau pusat-pusat medisnya. Pada saat yang sama, sebagai tindakan pencegahan, kami akan beroperasi sepenuhnya secara daring pada hari Senin dan Selasa, kecuali untuk personel penting," ujar Khouri.

Baca artikel selengkapnya di sini dan di sini.



(bai/bai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads