Pemerintah memutuskan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) disalurkan lima hari dalam seminggu, kecuali untuk daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) yang bisa disalurkan dalam enam hari. Keputusan ini ditetapkan dalam Rapat Koordinasi Tingkat Atas (Rakortas) Virtual Bersama Presiden pada Sabtu (28/3/2026).
Dikutip dari detikEdu, keputusan diambil karena di sebagian besar wilayah di Indonesia, sekolah berlangsung hanya lima hari dalam seminggu, yakni Senin sampai Jumat. Demi efektivitas program, maka pemerintah akan menyalurkan MBG sesuai hari aktif kegiatan belajar mengajar.
"Jika sekolah lima hari, maka mereka akan mendapatkan MBG lima hari, sementara jika ada sekolah yang enam hari, maka MBG diberikan enam hari. Berdasarkan data yang ada, mayoritas lama sekolah lima hari," terang Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dikutip dari laman BGN, Minggu (29/3/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Waktu penyaluran MBG di daerah 3T akan dilakukan hingga hari Sabtu karena pemerintah ingin fokus menurunkan risiko stunting di daerah-daerah tersebut.
"Pemberian MBG di hari Sabtu untuk daerah dengan risiko stunting tinggi merupakan langkah strategis memastikan anak-anak menerima gizi yang cukup setiap hari," jelasnya.
Untuk memastikan daerah penyaluran tepat sasaran, BGN menggandeng Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan setempat untuk mendata jumlah sekolah, jumlah siswa, dan prevalensi stunting. Sejauh ini, berdasarkan data Kementerian Kesehatan, prioritas intervensi gizi dikhususkan ke wilayah Indonesia timur.
"Integritas data sangat penting, karena program ini menyangkut kesehatan dan masa depan generasi muda. Kami tidak ingin ada anak yang tertinggal dari pemenuhan gizi," ujar Dadan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memastikan program MBG tetap berjalan di tengah kebijakan efisiensi anggaran akibat dampak konflik Timur Tengah. Prabowo yakin ada banyak cara untuk melakukan penghematan selain memotong anggaran MBG.
"Jadi, jangan ke arah oke ada krisis nanti kita hentikan MBG. Iya kan? Masih banyak cara lain yang kita bisa hemat. Masih banyak. Saya haqul yakin saya berada di jalan yang benar. Uang kita ada. Uang kita ada. Saya pertaruhkan kepemimpinan saya 2029 kita lihat," kata Prabowo beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan ada opsi efisiensi program MBG yang telah disiapkan MBG. Rencana efisiensi dilakukan dengan mengurangi jumlah penyaluran dari enam kali seminggu menjadi lima kali seminggu. Menurut Purbaya, langkah ini dapat membantu negara menghemat sekitar Rp 40 triliun per tahun.
"Jadi ada efisiensi juga dari MBG. Jadi ada pengurangan cukup banyak tuh, yang dia bilang saja Rp 40 triliun hitungan pertama kasar, tetapi bisa lebih. Bukan saya motong ya, memang dia melakukan sendiri, karena dia (BGN) bilang masih bisa ada efisiensi dengan keadaan seperti sekarang ini," katanya di Jakarta Pusat, Rabu (25/3/2026).
Baca selengkapnya di detikEdu.
(des/des)
