Kubu Raya Mulai Diselimuti Asap Dampak Karhutla di Beberapa Kecamatan

Kubu Raya Mulai Diselimuti Asap Dampak Karhutla di Beberapa Kecamatan

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Kamis, 26 Mar 2026 16:00 WIB
Karhutla di Kubu Raya.
Karhutla di Kubu Raya. Foto: Dok. Polres Kubu Raya
Kubu Raya -

Kabut asap tipis mulai menyelimuti wilayah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, menyusul munculnya sejumlah titik api akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa kecamatan. Saat ini, tim gabungan sedang melakukan pencegahan.

Kapolres Kubu Raya AKBP Kadek Ary Mahardika melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade mengatakan, kabut asap yang mulai menyelimuti ini mendorong aparat gabungan dari Polres Kubu Raya, TNI, BNPB, Manggala Agni, serta pihak terkait bergerak cepat melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi rawan.

"Langkah ini diambil untuk memastikan api tidak meluas (penyekatan) dan menghilangkan sisa-sisa panas di dalam tanah gambut (pendinginan) agar api tidak muncul kembali ke permukaan," ujar Ade, Kamis (26/3/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kabut asap yang mulai terasa merupakan dampak dari kebakaran lahan gambut di sejumlah titik. Di Kecamatan Sungai Raya, sekitar 20 hektar lahan dilaporkan terbakar. Lokasinya tersebar di Desa Mekar Sari dan Desa Sei Asam. Ada juga di Desa Arang Limbung, Parit Indah Sempurna, serta Desa Permata Jaya.

"Minimnya sumber air menjadi kendala utama pemadaman. Di beberapa lokasi hanya tersedia satu titik air dengan debit kecil," jelasnya.

Tak hanya di Sungai Raya, karhutla juga terjadi di Kecamatan Rasau Jaya dan Batu Ampar. Di Rasau Jaya, petugas menghadapi medan berat dengan vegetasi kering serta angin kencang yang mempercepat penyebaran api. Sementara di Batu Ampar, dua titik panas terdeteksi melalui aplikasi pemantauan dan langsung ditindaklanjuti tim gabungan untuk mencegah kebakaran meluas.

"Jarak sumber air cukup jauh, mencapai 50 kilometer. Ini menjadi tantangan di lapangan," ungkap Ade.

Saat ini, penyelidikan terkait penyebab kebakaran masih terus dilakukan. Masyarakat juga untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah mulai munculnya kabut asap.

"Warga juga diminta tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Segera laporkan jika melihat titik api sekecil apa pun. Karhutla adalah tanggung jawab bersama," pungkasnya.



(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads