Sebagian besar wilayah Kalimantan diprediksi akan diguyur hujan saat arus balik mudik Lebaran 24-25 Maret 2026. Dikutip detikEdu dari laman Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca di Indonesia masih dipengaruhi oleh dinamika atmosfer skala global, regional, dan lokal.
Interaksi MJO bersama gelombang atmosfer menunjukkan potensi pertumbuhan awan hujan dan peningkatan aktivitas konvektif. Namun, sebagian besar Sumatra, sebagian Jawa, dan sebagian Kalimantan diperkirakan didominasi oleh anomali Outgoing Longwave Radiation (OLR) positif yang menandakan berkurangnya pertumbuhan awan hujan.
Kondisi cuaca di wilayah tersebut cenderung lebih kering. Namun di sisi lain, terdapat siklon tropis "Narelle" yang saat ini terbentuk di pesisir utara Queensland.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pola pertemuan angin lainnya juga terpantau di sebagian besar pesisir barat Sumatera dan sirkulasi siklonik juga terbentuk di Samudra Hindia di barat daya Lampung. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah di Indonesia.
Kondisi kelembapan udara lokal masih relatif tinggi dan labilitas atmosfer lokal yang cukup kuat mendukung terbentuknya proses konvektif di sejumlah wilayah.
"Kombinasi kondisi tersebut berpotensi meningkatkan intensitas curah hujan secara signifikan, terutama di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur," tulis BMKG dalam laman resminya.
Cuaca di Indonesia diprediksi akan didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan sedang. Di Kalimantan, perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di wilayah Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.
Sementara hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai angin kencang dapat terjadi dengan kategori tingkat peringatan dini di wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.
Dengan pertimbangan dinamika atmosfer beberapa hari ke depan, BMKG mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan untuk:
1. Meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem
2. Menjaga kondisi kesehatan tubuh
3. Hati-hati saat beraktivitas di luar ruangan terutama saat perjalanan darat, laut, dan udara.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk memantau informasi prakiraan cuaca, peringatan dini, dan peringatan cuaca ekstrem resmi melalui berbagai kanal informasi BMKG, antara lain laman https://www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infobmkg.
