Penasihat Mojtaba Khamenei Sebut Perang Lanjut Sampai Terima Kompensasi

Internasional

Penasihat Mojtaba Khamenei Sebut Perang Lanjut Sampai Terima Kompensasi

Rolando Fransiscus Sihombing - detikKalimantan
Selasa, 24 Mar 2026 13:16 WIB
(FILES) This handout picture taken in Tehran on October 3, 2024, and provided by the office of Irans supreme leader, shows Mojtaba Khamenei, the son of Irans slain supreme leader Ayatollah Ali Khamenei, who was killed on February 28, 2026 in a US-Israeli military strike. Irans Assembly of Experts announced Mojtaba Khamenei, the son of the slain Ayatollah Ali Khamenei, as the countrys new supreme leader on March 8, 2026. (Photo by KHAMENEI.IR / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT AFP PHOTO / HANDOUT / KHAMENEI.IR - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS
Mojtaba Khamenei/Foto: AFP/-
Balikpapan -

Penasihat militer senior Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei, Mohsen Rezaei, mengatakan perang dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel akan berlanjut hingga Iran menerima kompensasi penuh atas kerusakan yang diderita.

Dikutip detikNews dari CNN, Selasa (24/3/2026), dalam pidato yang disiarkan televisi pada Senin (23/3), Rezaei juga bersumpah bahwa Iran akan terus berperang hingga 'semua sanksi ekonomi dicabut, dan jaminan internasional yang mengikat secara hukum diperoleh untuk mencegah campur tangan AS di Iran.

"Kita melihat bahwa angkatan bersenjata kita melakukan operasi dan aktivitas dengan kuat. Proyek kepemimpinan kita, dengan pemilihan pemimpin baru, telah berada di bawah kendalinya," kata Rezaei.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengklaim "perang pada dasarnya telah berakhir" lebih dari seminggu yang lalu dan "Amerika Serikat siap untuk berhenti dan mengupayakan gencatan senjata." Tetapi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu "mendorong untuk melanjutkan," katanya.

Rezaei mengklaim setelah hari ke-15, "AS jelas memahami bahwa tidak ada jalan menuju kemenangan dalam perang ini." Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan dalam sebuah unggahan di X pada Senin (23/3) pagi, bahwa rakyat Iran menuntut "hukuman yang setimpal dan penuh penyesalan" terhadap "para agresor."

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan negaranya sedang berbicara dengan orang penting dalam rezim Iran untuk mencoba mengakhiri perang. Namun, Trump ngaku tidak bicara dengan Mojtaba Khamenei.

Saat ditanya tentang siapa yang diajak bicara AS di Iran, Trump mengatakan, "Seorang tokoh penting. Jangan lupa: Kita telah melenyapkan kepemimpinan pada fase satu, fase dua, dan sebagian besar fase tiga. Tetapi kita berurusan dengan seorang pria yang saya yakini paling dihormati dan pemimpinnya, Anda tahu, ini agak sulit, mereka telah melenyapkan--kita telah melenyapkan semua orang."

Trump mengatakan utusan khususnya Steve Witkoff dan Jared Kushner terlibat dalam pembicaraan, tetapi tidak menyebutkan orang yang mereka ajak berkomunikasi di pihak Iran. Ketika didesak wartawan tentang apakah AS sedang berbicara dengan Khamenei, Trump mengatakan, "Tidak, bukan Pemimpin Tertinggi."

Baca selengkapnya di sini.




(sun/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads