Banyak orang jadi sakit setelah Lebaran dan mengunjungi keluarga besar. Selain faktor kelelahan, penularan penyakit yang lebih mudah, juga ada faktor makanan yang kita konsumsi.
Dikutip dari detikHealth, dokter spesialis penyakit dalam, Andi Khomeini Takdi Haruni menjelaskan banyak masyarakat mendadak flu dan batuk setelah Lebaran. Salah satunya disebabkan tingginya interaksi sosial.
"Kalau yang pertama itu, gangguan kesehatan seperti flu atau batuk biasanya terjadi karena orang berkumpul dalam jumlah besar. Ketika ada satu orang yang sakit, penularannya jadi sangat mudah terjadi ke orang lain," kata dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut pria yang akrab disapa dr Koko tersebut, aktivitas silaturahmi dari satu rumah ke rumah lain membuat risiko penularan penyakit relatif tinggi.
Selain itu, pola makan yang berubah selama Lebaran juga berperan besar terhadap munculnya gangguan kesehatan, terutama masalah pencernaan. Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa dengan pola makan teratur, momen Lebaran sering kali menjadi ajang 'balas dendam'.
Dijelaskan oleh Pakar penyakit pencernaan dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, banyak masyarakat yang mulai mengabaikan pantangan makan saat berkumpul bersama keluarga.
"Pasca-Lebaran, ketika Lebaran banyak yang makannya sudah tidak terkendali lagi. Yang sudah dijaga, terutama jeroan dan seafood, akhirnya dikonsumsi berlebihan sehingga asam uratnya kambuh," jelas Prof. Ari saat dihubungi.
Lonjakan kadar asam urat ini biasanya ditandai dengan nyeri sendi yang hebat, terutama di area kaki, yang dapat mengganggu aktivitas silaturahmi maupun perjalanan pulang mudik.
Selain jeroan, hidangan kue-kue kering dan camilan khas Lebaran yang kaya akan kandungan cokelat dan keju juga menjadi ancaman bagi sistem pencernaan. Prof. Ari mengingatkan bahwa jenis makanan ini adalah pemicu utama gangguan lambung.
"Kita tahu makanan yang mengandung cokelat dan keju itu banyak saat Lebaran. Akhirnya, penyakit mag atau GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) mereka kambuh lagi," tambahnya.
Lemak tinggi dalam keju dan kandungan kafein/teobromin pada cokelat dapat membuat katup lambung menjadi rileks, sehingga asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan.
(aau/aau)
