Tahun ini, ada 10.003.583 orang mudik menggunakan angkutan umum selama periode H-8 hingga H-1 lebaran atau 13-20 Maret 2026. Kementerian Perhubungan mencatat angka ini mengalami peningkatan dibanding tahun lalu.
"Pergerakan penumpang angkutan umum secara kumulatif, sejak H-8 hingga H-1 Lebaran tercatat mencapai 10.003.583 orang, ini menunjukkan kenaikan 9,23 persen dibandingkan dengan angkutan Lebaran 2025 sebanyak 9.158.315 orang," ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan, Ernita Titis Dewi dilansir detikTravel dari Antara.
Secara rinci, moda transportasi kereta api menjadi penyumbang terbesar dengan 2.981.945 penumpang, naik 13,22% dibanding tahun lalu. Disusul angkutan udara sebanyak 2.190.282 penumpang atau meningkat 3,05%.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, penyeberangan mencatat 2.482.303 penumpang atau naik 14,7%. Angkutan darat melayani 1.587.060 penumpang, meningkat 9,18%, dan angkutan laut sebanyak 761.993 penumpang.
Untuk data harian H-1 (20/3), jumlah penumpang angkutan umum tercatat 915.635 orang. Rinciannya, kereta api melayani 302.823 penumpang, terdiri dari 178.006 penumpang antarkota dan 124.817 penumpang regional.
Angkutan udara melayani 207.261 penumpang, dengan 161.598 penumpang domestik dan 45.663 penumpang internasional. Sementara angkutan laut mencatat 54.693 penumpang, penyeberangan 189.804 penumpang, serta angkutan darat 161.054 penumpang, yang terdiri dari 145.340 penumpang bus dan 15.714 penumpang travel.
Dari sisi ketepatan waktu, kinerja angkutan umum pada H-1 cukup baik. Kereta api antarkota mencatat on time performance (OTP) sebesar 98,20 persen, sementara kereta regional 98,90 persen. Untuk angkutan udara, OTP domestik tercatat 85,79% dan internasional 70,24%.
Adapun angkutan laut mencatat OTP 95,70%, penyeberangan 63,19%, dan angkutan darat 72,49%. Pihaknya menegaskan akan terus memastikan pelaksanaan angkutan Lebaran berjalan aman dan lancar melalui koordinasi lintas sektor serta pemantauan intensif.
Titis juga mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi arus balik yang diperkirakan mencapai puncaknya pada 24 Maret 2026 atau H+3
"Masyarakat untuk merencanakan perjalanan arus balik lebih awal menghindari waktu-waktu puncak, serta mempertimbangkan alternatif jadwal perjalanan guna mengurangi kepadatan serta memastikan perjalanan tetap aman dan nyaman," ujar Titis.
Ia juga mengimbau pemudik agar menjaga kondisi fisik, membawa obat-obatan pribadi, serta memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum bepergian. Selain itu, masyarakat diminta menggunakan transportasi resmi dan mengikuti informasi dari kanal pemerintah.
(aau/aau)
