Di MotoGP Brasil, Fabio Quartararo finis keenam. Baginya, hasil akhir bukan segalanya. Ia sudah cukup senang Yamaha tunggangannya sempat menyalip Ducati Marc Marquez.
Saat balapan di Sirkuit Goiania, Minggu (22/3) dinihari WIB, Quartararo menuntaskan balapan dengan hasil yang tak bisa dibilang buruk. Sebab pada seri pembuka musim, ia menuntaskan balapan pada urutan 14.
Dikutip detikOto, rider asal Prancis itu masih kesulitan beradaptasi dengan motor baru Yamaha. Maka tambahan empat poin dari Sprint Race adalah sebuah capaian yang memuaskan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun bagi Quartararo, ada hal lain yang membuatnya begitu antusias meninggalkan Brasil. Yakni keberhasilannya menyalip Marquez di awal balapan. Start di posisi empat, Quartararo sempat menyodok ke urutan dua selepas tikungan pertama. Ia menyalip Marquez dan Marco Bezzecchi.
Sayangnya, Quartararo tak bisa bertahan lama di posisi tersebut. Selepas trek lurus start-finis pada lap ketiga, ia disalip Ducati milik Marquez, dengan mudahnya.
"Jujur saja, saya tak peduli di mana saya finis, saya baru saja menyalip Marc, yang merupakan pebalap rujukan saat ini. Dan ketika saya masih muda, ini punya arti besar karena saya merasa saya tidak kalah," ucap Quartararo usai balapan.
Bagi Quartararo, keberhasilan menyalip Marquez menyisakan asa bahwa ia masih punya harapan di musim MotoGP 2026. Itu jadi hal yang penting setelah melalui periode berat yang panjang bersama Yamaha.
"Saya tahu potensi saya di atas motor dan bahkan jika dia (Marquez) mendahului saya di tikungan selanjutnya, saya tetap tak peduli. Setidaknya saya tahu di mana posisi potensi saya saat ini," lanjut dia dikutip dari situs resmi MotoGP.
Baca selengkapnya di sini.
(sun/bai)
