Herannya Ilmuwan Temukan Jejak Dinosaurus Berjalan Memutar

Herannya Ilmuwan Temukan Jejak Dinosaurus Berjalan Memutar

Rachmatunnisa - detikKalimantan
Kamis, 19 Mar 2026 17:00 WIB
Dinosaurus
Ilustrasi Dinosaurus. Foto: BBC
Balikpapan -

Jejak kaki dinosaurus berjalan memutar ditemukan di dekat kota Ouray, Colorado, Amerika Serikat. Jejak tersebut diperkirakan dibuat sekitar 150 juta tahun lalu oleh dinosaurus jenis sauropoda, kelompok dinosaurus herbivora berleher panjang dan bertubuh sangat besar.

Jejak ini membuat peneliti heran, sebab menunjukkan seekor dinosaurus raksasa berjalan berputar membentuk lingkaran, sebuah perilaku yang jarang terlihat dalam catatan fosil. Dikutip detikInet dari SciTechDaily, jalurnya cukup panjang, mencapai sekitar 95,5 meter, dan terdiri dari lebih dari 130 jejak kaki yang membentuk lintasan melengkung hingga hampir seperti lingkaran.

Penelitian terhadap jejak tersebut dipimpin oleh Dr. Anthony Romilio, peneliti dari Dinosaur Lab di University of Queensland. Ia mempelajari setiap jejak kaki untuk memahami bagaimana dinosaurus itu bergerak di tanah purba.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jejak dinosaurus yang membentuk lingkaran sangat jarang ditemukan," ujar Romilio.

Para peneliti memperkirakan bahwa jejak tersebut berasal dari dinosaurus jenis sauropoda yang hidup pada masa periode Jura. Sauropoda sendiri dikenal sebagai salah satu hewan darat terbesar yang pernah menghuni Bumi, dengan ciri tubuh berukuran sangat besar, ekor panjang, serta leher yang menjulang.

Jejak kaki yang ditemukan juga memberikan gambaran mengenai cara distribusi berat tubuh dinosaurus saat berjalan. Hal ini terlihat dari kedalaman jejak yang berbeda-beda, di mana beberapa tapak tampak lebih dalam dibandingkan yang lain.

Menariknya, para ilmuwan menemukan adanya perbedaan yang cukup mencolok antara jejak kaki kiri dan kanan. Hasil analisis menunjukkan ketidaksamaan pada pola langkah yang dihasilkan oleh kedua sisi tersebut.

Menurut Romilio, perbedaan ini bisa menjadi indikasi bahwa dinosaurus tersebut mungkin mengalami sedikit kepincangan atau cenderung lebih banyak menggunakan salah satu sisi tubuhnya. Ia menyebutkan bahwa terdapat perbedaan yang jelas antara langkah kiri dan kanan. Meski demikian, penyebab pasti dari fenomena tersebut belum dapat dipastikan. Bisa jadi hal itu disebabkan oleh cedera lama atau sekadar kebiasaan bergerak tertentu.

Bagi para ilmuwan, jejak kaki seperti ini memiliki nilai yang sangat penting karena mampu memberikan informasi yang tidak dapat diperoleh hanya dari fosil tulang. Jejak tersebut terbentuk saat dinosaurus masih hidup dan bergerak, sehingga dapat mengungkap bagaimana cara mereka berjalan, berbelok, hingga perilaku mereka dalam beraktivitas.




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads