Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan secara umum kondisi atmosfer di sebagian besar wilayah Indonesia masih relatif kondusif sepanjang masa mudik Lebaran.
Ada potensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di beberapa wilayah, sementara di sebagian wilayah Kalimantan waspada banjir rob.
Plt Deputi Bidang Meteorologi, Andri Ramdhani menyampaikan beberapa potensi hujan lebat untuk sebagian wilayah Sumatera, Jawa bagian tengah dan timur, Sulawesi Selatan dan Papua. Andri menjelaskan bahwa aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) saat ini masih aktif di wilayah selatan dan timur Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"BMKG juga memprediksi potensi gelombang tinggi lebih dari 2,5 meter berpeluang terjadi di Laut Maluku dan Perairan Utara Papua yang dapat memengaruhi aktivitas transportasi laut. Selain itu, masyarakat pesisir di wilayah Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan juga perlu mewaspadai potensi banjir rob yang diprakirakan terjadi secara bergantian mulai 14 hingga 19 Maret 2026," ujar Andri, dikutip detikEdu dalam rilis BMKG pada Sabtu (14/3/2026).
Bersamaan dengan aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial dan Gelombang Kelvin di sekitar wilayah Indonesia pada periode 13-20 Maret 2026, turut memperkuat dinamika atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan di sebagian wilayah. Situasi ini juga dipengaruhi oleh kelembapan udara yang relatif tinggi serta kondisi atmosfer yang cukup labil.
Pada sektor penerbangan BMKG mengidentifikasi adanya potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (CB) dengan cakupan cukup luas di sebagian jalur mudik, terutama di wilayah Laut Maluku dan utara Papua. Peluang kemunculan awan ini diprakirakan mencapai lebih dari 75 persen, yang berarti awan hujan berpotensi muncul cukup sering sehingga perlu menjadi perhatian bagi aktivitas penerbangan di wilayah tersebut.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengingatkan masyarakat agar tetap tenang namun waspada dalam menyikapi perkembangan cuaca selama perjalanan mudik. Faisal menekankan masyarakat merujuk pada sumber informasi resmi dan terpercaya serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipastikan kebenarannya.
Menurutnya, kesiapan masyarakat dalam memantau pembaruan prakiraan cuaca menjadi bagian penting dalam mendukung perjalanan yang aman dan nyaman.
"Tetap pantau informasi cuaca darat, laut, dan udara yang terbarui untuk menyesuaikan rencana perjalanan mudik melalui berbagai kanal resmi BMKG," kata Faisal.
(aau/aau)
