Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan gizi (SPPG) di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, setelah menyajikan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) berupa lele mentah yang dimarinasi. Menu tersebut viral setelah diunggah di media sosial oleh salah seorang wali murid.
Dilansir detikHealth, pihak SPPG sempat beralasan bahwa menu lele marinasi tersebut dimarinasi untuk mengurangi proses pembusukan dan aman untuk dikonsumsi saat buka puasa. Ahli Gizi SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan Fikri Kuttawakil menjelaskan penggunaan lele marinasi dalam menu tersebut memiliki pertimbangan gizi dan ketahanan pangan.
"Kenapa kami menggunakan lele marinasi, pertama untuk mencegah berkurangnya gizi di lele itu dan menambah protein di hari itu. Dimarinasi, lele juga bisa bertahan sampai satu hari," jelasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah melakukan peninjauan, BGN memutuskan untuk menutup sementara SPPG tersebut sambil melakukan evaluasi. Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN Albertus Dony Dewantoro mengatakan penghentian sementara operasional dilakukan karena masalah lele ini menghambat proses distribusi program MBG.
"Berdasarkan pertimbangan pimpinan BGN, permasalahan tersebut dinilai telah menghambat proses distribusi dalam program MBG. Oleh karena itu, operasional SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan untuk sementara waktu dihentikan," jelas Dony dalam keterangannya, Rabu (11/3/2026).
Dony menambahkan langkah ini diambil juga sebagai tindak lanjut untuk evaluasi terhadap proses pengolahan dan penyajian makanan. Selama masa penghentian, BGN dan pihak terkait akan melakukan pembinaan serta perbaikan sistem operasional di SPPG.
"Operasional SPPG akan kembali dibuka setelah proses evaluasi, pembinaan, dan perbaikan dinyatakan selesai oleh pihak berwenang," katanya.
SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan melayani 3.329 penerima manfaat. Penerima mencakup siswa SMA/SMK/MA, SMP/MTs, PAUD/TK, SLB, tenaga pendidik, kelompok ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita di wilayah tersebut.
Baca selengkapnya di detikHealth.
(des/des)
