Serangan AS-Israel Tewaskan 1.230 Orang di Iran

Internasional

Serangan AS-Israel Tewaskan 1.230 Orang di Iran

Novi Christiastuti - detikKalimantan
Jumat, 06 Mar 2026 20:59 WIB
Smoke rises following an explosion, after Israel and the U.S. launched strikes on Iran, in Tehran, Iran, March 1, 2026. Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS PICTURE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY     TPX IMAGES OF THE DAY
Serangan AS-Israel di Teheran. Foto: Majid Asgaripour/WANA via REUTERS
Teheran -

Otoritas Teheran melaporkan ada lebih dari seribu orang tewas dalam rentetan serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke wilayahnya. Tercatat ada 1.230 orang tewas sejak Sabtu (28/2) waktu setempat.

Hal tersebut disampaikan Yayasan Martir dan Urusan Veteran Iran, sebuah badan yang berafiliasi dengan pemerintah Iran, seperti dilansir media Iran, Press TV, Jumat (6/3/2026).

Washington dan Tel Aviv mengklaim serangan mereka sebenarnya menargetkan sistem rudal, angkatan laut, dan lokasi komando dan kendali militer Teheran. Namun, menurut Press TV, serangan tersebut sebagian besar memang menargetkan area-area sipil di Teheran dan kota-kota lainnya di Iran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam gelombang serangan pertama, AS dan Israel menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan jajaran komandan militer berpangkat tinggi.

Selama kurang dari sepekan terakhir, serangan udara AS dan Israel menghantam target-target sipil di Iran, termasuk sekolah, rumah sakit, fasilitas olahraga, situs warisan budaya, dan area permukiman padat penduduk.

Beberapa hari terakhir, warga Iran menggelar pemakaman untuk ratusan korban tewas di ibu kota Teheran dan kota-kota lainnya.

Para pejabat senior Iran, dalam pernyataannya, menegaskan bahwa setiap serangan yang disengaja oleh AS dan Israel terhadap situs-situs sipil dan warisan budaya Teheran merupakan "pelanggaran terang-terangan terhadap hukum kemanusiaan internasional dan kejahatan perang yang tak terbantahkan".

Iran membalas dengan melancarkan gelombang serangan rudal dan drone terhadap target-target di Israel dan pangkalan-pangkalan AS di negara-negara Teluk.

Baca artikel selengkapnya di sini.




(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads