Bagi detikers di Tarakan dan Nunukan, berikut ini jadwal buka puasa untuk Rabu (4/3/2026), hari ke-14 Ramadan 1447 Hijriah.
Tarakan dan Nunukan merupakan dua dari lima daerah di Kalimantan Utara (Kaltara). Untuk diketahui, Kaltara masuk zona Waktu Indonesia Tengah (Wita). Maka dari itu, jadwal buka puasa berikut ini tersaji dalam Wita.
Jadwal Buka Puasa Tarakan untuk 4 Maret 2026:
- Magrib: 18:26 Wita
- Isya: 19:35 Wita
Jadwal Buka Puasa Nunukan untuk 4 Maret 2026:
- Magrib: 18:26 Wita
- Isya: 19:34 Wita
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jadwal Buka Puasa Ramadan 2026 se-Indonesia
detikers juga bisa melihat jadwal imsak dan buka puasa di kota lainnya dengan memasuki laman detikHikmah di detikcom. Berikut cara mengaksesnya:
- Klik link https://detikhikmah.com/jadwal
- Pilih kota yang diinginkan pada menu "Cari Kota Lainnya"
- Halaman akan menampilkan jadwal Imsak dan buka puasa di kota tersebut.
- Jika ingin mengunduh jadwal imsak, klik tombol "Download" untuk simpan jadwal.
Jadwal Imsak ini didukung oleh Bank Syariah Indonesia (BSI)
Keutamaan 10 Hari Kedua Ramadan
Sepuluh hari kedua Ramadan sering disebut sebagai fase pertengahan yang penuh ampunan. Pada masa inilah umat Islam dianjurkan untuk semakin meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak tilawah, dan memperkuat taubat. Berikut beberapa keutamaan pertengahan Ramadan.
1. Terdapat Peristiwa Nuzulul Qur'an
Waktu pasti turunnya Al-Qur'an memang masih menjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama. Namun, dalam buku 10 Malam Pertengahan Ramadhan karya Shabri Shaleh Anwar dijelaskan bahwa Surah Al-Anfal ayat 41 sering dijadikan dasar bahwa Al-Qur'an diturunkan pada malam ke-17 Ramadan kepada Rasulullah SAW.
Allah SWT berfirman:
وَاعْلَمُوا أَنَّمَا غَنِمْتُمْ مِّنْ شَيْءٍ فَأَنَّ لِلَّهِ خُمُسَهُ وَلِلرَّسُوْلِ وَلِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتْمَى وَالْمَسْكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ اِنْ كُنتُمْ أَمَنْتُمْ بِاللَّهِ وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَى عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعُنِ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Artinya: Ketahuilah, sesungguhnya apa pun yang kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka seperlimanya untuk Allah, Rasul, kerabat (Rasul), anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan ibnusabil, jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Nabi Muhammad) pada hari al-furqan (pembeda), yaitu pada hari bertemunya dua pasukan. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
Dalam ayat tersebut terdapat istilah yaumul furqan, yang dipahami sebagai hari bertemunya dua pasukan dalam Perang Badar. Sebagian mufasir menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi pada Jumat, 17 Ramadan 2 Hijriah. Dari sinilah banyak ulama mengaitkan turunnya Al-Qur'an dengan pertengahan Ramadan.
Momentum Nuzulul Qur'an ini menjadi salah satu kemuliaan besar pada 10 hari kedua, karena di dalamnya terdapat peristiwa agung turunnya kitab suci sebagai petunjuk hidup umat manusia.
2. Amalan Kebaikan Dilipatgandakan
Sepuluh hari kedua Ramadan juga menjadi kesempatan istimewa untuk memperbanyak amal saleh. Dalam Buku Pintar Khutbah Jum'at Tematik karya Ibnu Marzuki al-Gharani dijelaskan bahwa setiap ibadah yang dilakukan pada bulan Ramadan akan mendapatkan pahala berlipat ganda dibandingkan hari biasa.
Sebagaimana hadis riwayat Muslim:
"Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah SWT berfirman (yang artinya) 'Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku'."
hadis ini menegaskan betapa istimewanya ibadah di bulan Ramadan, terutama puasa yang memiliki ganjaran langsung dari Allah SWT.
Pahala yang dilipatgandakan menjadi motivasi bagi setiap Muslim untuk semakin bersungguh-sungguh dalam beribadah di pertengahan Ramadan.
3. Diampuni Dosa-dosa
Keutamaan lainnya pada 10 hari kedua Ramadan adalah terbukanya pintu ampunan bagi hamba yang istiqamah dalam menjalankan ibadah. Dalam buku Panduan Sholat Rasulullah 1 karya Imam Abu Wafa dijelaskan Ramadan menjadi momentum penyucian diri dari kesalahan-kesalahan yang telah lalu.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:
"Salat lima waktu, Jumat ke Jumat berikutnya, Ramadan ke Ramadan berikutnya adalah penghapus (kesalahan) di antara waktu-waktu tersebut apabila dijauhi dosa-dosa besar." (HR Muslim)
hadis ini menunjukkan bahwa Ramadan memiliki kedudukan sebagai sarana penghapus dosa, selama seorang Muslim menjaga diri dari dosa besar dan tetap konsisten dalam ibadah.
Pertengahan Ramadan pun menjadi waktu yang tepat untuk memperbaiki diri dan memperbanyak istighfar agar meraih ampunan Allah SWT.
(sun/bai)
