Wisatawan Mulai Tinggalkan UEA Pakai Penerbangan Terbatas

Internasional

Wisatawan Mulai Tinggalkan UEA Pakai Penerbangan Terbatas

Femi Diah - detikKalimantan
Selasa, 03 Mar 2026 18:00 WIB
Pesawat Air Bus A380 Etihad.
Maskapai Etihad. Foto: dok etihad
Balikpapan -

Perang yang meluas di Timur Tengah membuat para wisatawan di Uni Emirat Arab (UEA) terjebak karena penerbangan sempat ditutup. Kini, maskapai mulai mengoperasikan penerbangan terbatas sehingga negara-negara dapat segera mengevakuasi warganya dari UEA.

Dikutip detikTravel dari Guardian, beberapa maskapai yang berbasis di UEA telah mengumumkan operasional penerbangan terbatas. Yakni Etihad Airways, Emirates, dan FlyDubai.

Amerika Serikat (AS) melalui Departemen Luar Negeri telah meminta warganya untuk segera meninggalkan Timur Tengah, termasuk UEA dan Arab Saudi, karena peningkatan risiko keamanan. Warga AS diimbau menggunakan penerbangan komersial yang tersedia karena pemerintah belum mengatur penerbangan evakuasi khusus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian Inggris juga meminta warga negaranya segera melaporkan keberadaan mereka di Timur Tengah dan memantau perkembangan terbaru mengenai perjalanan komersial. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer juga menyampaikan pemerintah tengah mengirim tim tanggap cepat ke kawasan terdampak untuk membantu warga Inggris kembali pulang sesegera mungkin.

Menteri Dalam Negeri Inggris Yvette Cooper mengatakan ada sekitar 102.000 warga Inggris yang telah mendaftarkan diri di kawasan tersebut. Secara keseluruhan, diperkirakan ada sekitar 300.000 warga Inggris di negara-negara Teluk yang menjadi sasaran serangan Iran.

Sebagian warga Inggris akhirnya pulang dengan penerbangan Etihad EY67 dari Abu Dhabi pada Senin (2/3/2026) sore waktu setempat. Pesawat telah mendarat di Bandara Heathrow London pada malam harinya.

Setidaknya ada 16 penerbangan Etihad yang lepas landas dari Abu Dhabi pada Senin sore dalam kurun waktu 3 jam. Pesawat melayani tujuan Islamabad, Paris, Amsterdam, Mumbai, Moskow, dan London. Adapun penerbangan reguler masih ditangguhkan, menurut keterangan di situs resmi Etihad.

Emirates juga mulai mengoperasikan penerbangan terbatas pada Senin malam dengan memprioritaskan penumpang yang memesan lebih awal. Sementara FlyDubai dikabarkan mengoperasikan empat flight kedatangan dan lima flight keberangkatan dengan jadwal yang tentatif.

Meskipun beberapa penerbangan sudah berjalan, situasi belum sepenuhnya normal. Pemerintah Dubai mengimbau penumpang agar tidak datang ke Bandara kecuali telah dihubungi langsung oleh maskapai.

Penutupan total atau sebagian jalur udara di Qatar, Bahrain, Kuwait, Arab Saudi, dan Suriah dijadwalkan berakhir pada Senin. Namun, penutupan bisa diperpanjang dengan melihat perkembangan situasi.

"Jika negara-negara membuka kembali wilayah udaranya, itu tentu akan sangat membantu. Namun, maskapai tidak akan kembali beroperasi sampai mereka benar-benar yakin risikonya nol, atau setidaknya mendekati nol, bahwa pesawat mereka tidak akan menjadi sasaran serangan," kata pakar industri penerbangan Henry Harteveldt.

Baca selengkapnya di sini.




(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads