Selamat berburu takjil bagi detikers di Pontianak, Singkawang dan Sambas. Berikut ini jadwal buka puasa hari Selasa (3/3/2026).
Tiga daerah tersebut merupakan sederet daerah di Kalimantan Barat (Kalbar). Untuk diketahui, Kalbar masuk zona Waktu Indonesia Barat (WIB). Maka dari itu, jadwal buka puasa berikut ini tersaji dalam WIB.
Jadwal Buka Puasa Pontianak untuk 3 Maret 2026:
- Magrib: 18:01 WIB
- Isya: 19:10 WIB
Jadwal Buka Puasa Singkawang untuk 3 Maret 2026:
- Magrib: 18:02 WIB
- Isya: 19:11 WIB
Jadwal Buka Puasa Sambas untuk 3 Maret 2026:
- Magrib: 18:01 WIB
- Isya: 19:09 WIB
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jadwal Buka Puasa Ramadan 2026 se-Indonesia
detikers juga bisa melihat jadwal imsak dan buka puasa di kota lainnya dengan memasuki laman detikHikmah di detikcom. Berikut cara mengaksesnya:
- Klik link https://detikhikmah.com/jadwal
- Pilih kota yang diinginkan pada menu "Cari Kota Lainnya"
- Halaman akan menampilkan jadwal Imsak dan buka puasa di kota tersebut.
- Jika ingin mengunduh jadwal imsak, klik tombol "Download" untuk simpan jadwal.
Jadwal Imsak ini didukung oleh Bank Syariah Indonesia (BSI)
Membangun Kenangan Indahnya Ramadan di di Masjid Mujahidin
Warga menanti azan Magrib di pelataran Masjid Mujahidin Pontianak. Foto: (Ocsya Ade CP) |
Selama bulan Ramadan, sore hari di pelataran Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) selalu dipadati ribuan warga. Area masjid ini jadi spot favorit warga buat ngabuburit hingga berbuka puasa bersama (bukber).
Seolah sudah jadi tradisi tahunan warga Pontianak ngabuburit di Masjid Mujahidin, area plataran menjadi ruang kebersamaan lintas generasi di Kota Khatulistiwa.
Sejak pukul 16.30 WIB, warga sudah mulai ramai berdatangan. Ada yang membawa tikar, tas berisi makanan, serta minuman untuk berbuka. Area pelataran yang luas perlahan berubah menjadi hamparan warna-warni alas yang tersusun rapi untuk duduk.
Tiap keluarga duduk melingkar sambil menata hidangan sederhana yang dibawa dari rumah, atau dibeli di Pasar Juadah Halaman Masjid Mujahidin. Terlihat menu seperti es buah, kolak, gorengan, hingga nasi kotak tersusun rapi menanti azan magrib.
Menjelang magrib, suasana berubah lebih khusyuk. Sebagian jemaah mengisi waktu dengan membaca Al-Qur'an, berselawat, atau mendengarkan tausiah singkat. Langit Pontianak yang perlahan menggelap menjadi latar momen kebersamaan tersebut.
Salah seorang warga, Sesthya Wara Winnia, mengatakan suasana berbuka di Masjid Mujahidin memiliki makna tersendiri bagi keluarganya. Ibu dua anak itu mengaku rutin datang setiap Ramadan.
"Kalau di rumah memang lebih tenang, tapi di sini terasa semangat Ramadannya. Anak-anak belajar tentang kebersamaan dan berbagi. Kadang kami juga saling tukar makanan dengan keluarga lain," cerita Sesthya.
Menurutnya, tradisi ini selalu dirindukan setiap tahunnya. Tradisi ini bukan hanya soal berbuka puasa, melainkan juga membangun kenangan bagi anak-anaknya tentang indahnya Ramadan.
"Sebagai orang tua, saya ingin mereka ingat bahwa Ramadan itu bukan cuma menahan lapar, tapi juga tentang silaturahmi dan saling menghargai. Jadi, sekali seumur hidup wajib ke sini," tambahnya.
Saat azan magrib berkumandang, ribuan jemaah serentak membatalkan puasa. Suara doa terdengar bersamaan, disusul tegukan air dan santapan ringan. Senyum dan sapaan mengalir di antara mereka yang sebelumnya tak saling mengenal.
(sun/aau)

