Korea Utara (Korut) mengutuk serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran. Korut menyebut AS seperti gangster.
Dikutip Al-Jazeera pada Minggu (1/3/2026), Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) milik pemerintah menyebut serangan AS-Israel terhadap Iran merupakan 'agresi ilegal' dan pelanggaran kedaulatan nasional Iran.
Kemudian Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara menyebut keterlibatan AS 'sesuai dengan perkiraan' Korut. Ia menyebutnya sebagai hasil yang tak terhindarkan mengingat sifat AS yang 'hegemonik dan seperti gangster'.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perang agresi oleh AS dan Israel tidak dapat diterima dalam keadaan apa pun," demikian pernyataan tersebut.
Sementara itu, AS menamai serangan ke Iran itu operasi 'Epic Fury'. Dilansir NBC News, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyebut serangan militer AS terhadap Iran sebagai operasi udara paling mematikan, paling kompleks, dan paling presisi dalam sejarah.
"Rezim Iran memiliki kesempatan, namun menolak untuk membuat kesepakatan - dan sekarang mereka menanggung konsekuensinya. Selama hampir lima puluh tahun, Iran telah menargetkan dan membunuh warga Amerika, selalu mencari senjata paling ampuh di dunia untuk memajukan tujuan radikal mereka. Tadi malam, tidak seperti presiden sebelumnya, Presiden Trump mulai menangani kanker ini," kata Hegseth dalam sebuah unggahan di X.
Serangan itu menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah pemimpin Iran. Iran telah membalas serangan tersebut dengan meluncurkan rudal dan drone ke berbagai pangkalan AS di semenanjung Arab.
Artikel ini sebelumnya tayang di detikNews dengan judul Korut Kutuk Serangan Terhadap Iran: AS Seperti Gangster.
(sun/bai)
