Fenomena gerhana bulan total bakal terjadi pada 3 Maret 2026. Uniknya, fenomena alam ini akan menyajikan pemandangan bulan berwarna merah darah alias Blood Moon.
Dikutip dari detikInet, gerhana bulan total akan terjadi ketika bumi berada tepat di antara matahari dan bulan, sehingga seluruh permukaan bulan masuk ke dalam bayangan inti bumi (umbra). Dengan demikian, cahaya matahari tidak lagi menyinari bulan secara langsung, tetapi harus melalui atmosfer bumi.
Ketika cahaya matahari melewati atmosfer bumi, gelombang cahaya dengan panjang lebih pendek seperti biru dan ungu akan tersebar lebih kuat. Sebaliknya, gelombang cahaya dengan panjang lebih besar, seperti merah, justru lebih banyak lolos dan diteruskan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: 10 Fenomena Langit Sepanjang 2026 |
Warna merah dari cahaya matahari yang melewati atmosfer bumi itulah yang menyebabkan bulan menjadi berwarna merah darah.Proses ini dikenal sebagai hamburan Rayleigh (Rayleigh scattering).
Akibatnya, meskipun bulan berada dalam bayangan gelap, cahaya merah dari seluruh tepi bumi-dari wilayah matahari terbit dan terbenam-tetap menyinari bulan, menghasilkan warna merah atau tembaga khas Blood Moon.
Meski demikian, warna merah saat gerhana bulan total tidak selalu sama. Tingkat kegelapan dan rona merah yang terlihat dapat bervariasi antarperistiwa, tergantung pada kondisi atmosfer bumi saat itu.
Baca artikel selengkapnya di sini.
(bai/bai)
