Tata Cara Salat Witir Selengkapnya

Tata Cara Salat Witir Selengkapnya

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Kamis, 26 Feb 2026 21:30 WIB
young muslim praying worship of the Allahs kindness  at  joglo house. Muslim children are doing prayers according to Islamic principles
Ilustrasi salat di rumah/Foto: Foto: Ilustrasi ruang salat di rumah/Istock/rudi_suardi
Balikpapan -

Di bulan Ramadan, salah satu salat sunah yang banyak dikerjakan umat Islam adalah salat witir. Biasanya salat ini dikerjakan setelah tarawih atau di ujung malam setelah tahajud.

Salah witir menjadi penutup ibadah malam dengan rakaat ganjil, sesuai dengan makna witir yang berarti ganjil. Sebagian besar ulama dari kalangan Hanafiyah berpendapat salat witir hukumnya wajib. Dengan demikian, meninggalkannya tanpa alasan dianggap berdosa.

Sementara itu, mayoritas ulama Mazhab Syafi'i menilai salat witir adalah sunah mu'akkad, yaitu sunah yang sangat dianjurkan. Artinya, orang yang melaksanakannya mendapat pahala, namun tidak berdosa jika meninggalkannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah riwayat:

أَوْتِرُوْا يَا أَهْلَ الْقُرْآنِ، فَإِنَّ اَللّٰهَ وِتْرٌ يُحِبُّ اَلْوِتْرَ

Artinya: Berwitirlah kalian semua, wahai ahli Al-Qur'an, karena sesungguhnya Allah itu ganjil, dan menyukai hal-hal yang ganjil. (HR Khuzaimah)

Maka dari itu pada bulan Ramadan, salat witir selalu dikerjakan usai salat tarawih dan menjadi penutup dari serangkaian salat yang telah dikerjakan selama sehari penuh.

Waktu Pelaksanaan Salat Witir

Dalam penjelasan NU Online, waktu pelaksanaan salat witir dimulai setelah seseorang menunaikan salat isya dan berlangsung hingga sebelum terbit fajar shadiq (masuk waktu subuh). Salah witir tidak sah jika dilakukan sebelum salat isya, walaupun saat itu telah masuk waktu isya. Para ulama sepakat bahwa witir juga tidak boleh dilakukan setelah terbit fajar.

Rasulullah SAW menganjurkan agar witir dijadikan sebagai penutup salat malam, sebagaimana sabdanya:

اِجْعَلُوْا اٰخِرَ صَلَاتِكُمْ مِنَ الَّليْلِ وِتْراً

Artinya: Jadikanlah akhir salat kalian semua di malam hari dengan shalat witir. (HR. Imam Bukhari)

Karena itu, waktu terbaik untuk mengerjakan witir adalah di ujung malam, setelah tahajud, bagi yang mampu bangun.

Jumlah Rakaat Salat Witir

Salat witir tidak memiliki jumlah rakaat khusus, yang penting dikerjakan dalam bilangan ganjil. Seseorang boleh melaksanakannya satu, tiga, lima, tujuh, sembilan, bahkan sebelas rakaat.

Rasulullah SAW bersabda dalam hadis yang diriwayatkan Abu Dawud:

اَلْوِتْرُ حَقٌّ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ، مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوتِرَ بِخَمْسٍ فَلْيَفْعَلْ، وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوتِرَ بِثَلَاثٍ فَلْيَفْعَلْ، وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوتِرَ بِوَاحِدَةٍ فَلْيَفْعَلْ

Artinya: (Salat) witir adalah hak bagi semua umat Islam. Barang siapa ingin berwitir lima rakaat, maka lakukanlah. Barang siapa ingin berwitir tiga rakaat, lakukanlah. Dan barang siapa ingin berwitir satu rakaat, maka lakukanlah. (HR Abu Dawud, An-Nasa'i, dan Ibnu Majah)

Menurut penjelasan ulama, jumlah paling sedikit adalah satu rakaat. Namun, jika terus-menerus hanya satu rakaat tanpa alasan, hukumnya makruh. Jadi, tiga rakaat adalah yang lebih utama, sedangkan yang paling sempurna adalah sebelas rakaat.

Tata Cara Salat Witir

Tata cara salat witir sama seperti salat sunah lainnya, yakni dimulai dengan takbiratul ihram, membaca Al-Fatihah, ruku', i'tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, tasyahud, dan diakhiri salam.

Jika jumlah rakaat lebih dari satu, pelaksanaannya bisa dilakukan dengan dua metode berikut:

  • Disambung: seluruh rakaat dikerjakan dalam satu rangkaian dengan satu salam di akhir.
  • Dipisah: rakaat terakhir dipisahkan dari rakaat sebelumnya dengan salam. Cara ini dinilai lebih utama.

Bacaan surah dalam witir juga memiliki anjuran tersendiri sebagai berikut:

  • Jika satu rakaat: setelah Al-Fatihah membaca Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.
  • Jika tiga rakaat: rakaat pertama membaca Al-A'la, rakaat kedua Al-Kafirun, dan rakaat ketiga Al-Ikhlas, Al-Falaq, serta An-Nas.
  • Jika lebih dari tiga rakaat: dianjurkan membaca Al-Qadr pada rakaat-rakaat awal, dan pada tiga rakaat terakhir mengikuti pola tiga rakaat di atas.

Niat Salat Witir

Karena memiliki dua cara berbeda dalam pelaksanaannya, maka niat salat witir juga bervariasi tergantung jumlah rakaat yang dikerjakan.

Untuk satu rakaat:

أُصَلِّيْ سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallî sunnatan minal witri rak'atan lillahi ta'âlâ

Artinya: Aku niat shalat sunnah witir satu rakaat karena Allah ta'ala.

Untuk dua rakaat:

أُصَلِّيْ سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallî sunnatan minal witri rak'ataini lillahi ta'âlâ

Artinya: Aku niat shalat sunnah witir dua rakaat karena Allah ta'ala.

Doa dan Zikir Setelah Salat Witir

Dikutip dari kitab Taqriratus Sadidah dijelaskan setelah selesai witir dianjurkan membaca zikir berikut sebanyak tiga kali:

سُبْحَانَ المَلِكِ القُدُّوسِ

Artinya: Mahasuci Allah Dzat Yang Maha Merajai dan Yang Maha Esa.

Kemudian dilanjutkan dengan doa panjang yang memuat pujian kepada Allah, permohonan perlindungan, serta doa Nabi Yunus:

سُبْحَانَ المَلِكِ القُدُّوْسِ رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ، جَلَّلْتَ السَّمٰوَاتِ وَالْأَرْضِ بِالعَظَمَةِ وَالْجَبَرُوْتِ، وَتَعَزَّزْتَ بِالْقُدْرَةِ، وَقَهَّرْتَ الْعِبَادَ بِالْمَوْتِ. اَللّٰهُمَّ إنِّيْ أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سُخْطِكَ، وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْكَ، لَا أُحْصِيْ ثَنَاءً عَلَيْكَ، أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم.
وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ

Artinya: Mahasuci Allah, Raja Yang Mahakudus, Tuhan para malaikat dan Jibril. Engkau hiasi langit dan bumi dengan keagungan dan keperkasaan-Mu. Engkau Maha Perkasa dengan kekuasaan-Mu dan Engkau menundukkan para hamba dengan kematian. Ya Allah, aku berlindung dengan ridha-Mu dari murka-Mu, dengan ampunan-Mu dari siksa-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari-Mu. Aku tidak mampu menghitung pujian bagi-Mu, Engkau sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri. Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk, dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah lalu mengira bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka ia berdoa dalam kegelapan, 'Tidak ada Tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.

Setelah doa di atas, dianjurkan membaca doa berikut, dianjurkan hingga 40 kali:

يَاحَيُّ يَاقَيُّوْمُ لَاإِلٰهَ اِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ

Artinya: Wahai Dzat Yang Mahahidup dan Maha Berdiri Sendiri, tiada Tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.

Kemudian ditutup dengan ayat:

فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذٰلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ

Artinya: Maka Kami pun mengabulkan doanya dan menyelamatkannya dari kesedihan. Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman.

Demikianlah tata cara, niat, waktu pelaksanaan, hingga doa setelah salat witir yang bisa menjadi penutup dari serangkaian salat detikers dalam sehari penuh. Semoga bermanfaat dan menjadi istiqamah dalam mengerjakannya.

Halaman 2 dari 5


Simak Video "Video: Ma'ruf Amin Beberkan 3 Peran Strategis Ekonom Syariah"
[Gambas:Video 20detik]
(sun/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads