Diduga Kena Virus, 72 Ekor Harimau Mati di Thailand

Internasional

Diduga Kena Virus, 72 Ekor Harimau Mati di Thailand

Syanti Mustika - detikKalimantan
Senin, 23 Feb 2026 09:58 WIB
Wisatawan berfoto dengan harimau di Tiger Kingdom
Harimau di Tiger Kingdom Thailand. Foto: (dok Tiger Kingdom)
Chiang Mai -

Kematian massal harimau di Thailand utara baru-baru ini memicu investigasi mendalam. Ada sebanyak 72 ekor harimau di Mae Rim Tiger Kingdom di Chiang Mai dan fasilitas kedua di distrik Mae Taeng.

Para ahli menduga kematian massal harimau ini disebabkan karena infeksi virus. Sampel dari harimau-harimau tersebut dinyatakan positif terinfeksi virus distemper anjing (CDV), virus yang menyebabkan distemper anjing pada anjing yang juga dapat ditemukan pada kucing liar besar, bersama dengan Mycoplasma spp, bakteri yang terkait dengan penyakit pernapasan.

Dilansir dari The Nation, Minggu (22/2/2026) laporan kematian ini diungkapkan oleh Regional Kawasan Lindung 16 (Chiang Mai), antara 8 Februari dan 19 Februari, dengan total 72 harimau mati di kedua fasilitas tersebut, dengan rincian 21 ekor di Mae Rim dan 51 di Mae Taeng.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terdapat 246 harimau yang dipelihara di fasilitas Tiger Kingdom di Mae Rim dan Mae Taeng di provinsi utara.

Infeksi ganda dapat menyebabkan pneumonia berat dan komplikasi, yang diyakini telah berkontribusi pada banyaknya kematian. Penyakit ini dapat menyerang sistem pernapasan dan pencernaan, dan dalam beberapa kasus dapat berkembang ke sistem saraf.

Pihak berwenang menekankan bahwa CDV bukanlah penyakit zoonosis, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir tentang penularan ke manusia.

Para penyelidik juga menyebutkan faktor-faktor seperti perkawinan sedarah di antara harimau yang dipelihara di penangkaran mungkin telah melemahkan kekebalan tubuh mereka dan meningkatkan kemungkinan infeksi. Selain itu, perilaku alami harimau dapat membuat gejala awal sulit dideteksi, yang berarti tanda-tandanya terlihat jelas setelah penyakitnya parah.

Baca artikel selengkapnya di sini.




(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads