Hujan mengguyur kawasan Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) sejak Sabtu (21/2) dini hari tadi. Akibatnya, tercatat ada 19 titik genangan dengan kedalaman bervariasi hingga 1 meter.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Suwarso mengatakan berdasarkan pantauan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops), hujan mulai mengguyur sekitar pukul 03.00 Wita hingga membuat banjir di beberapa kecamatan.
"Dari hasil pemantauan, terdapat sekitar 19 titik genangan yang cukup dalam. Lokasinya tersebar di wilayah Samarinda Utara, Samarinda Ulu, serta sebagian kawasan Samarinda Ilir," tuturnya diwawancarai di Perumahan Rapak Binuang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Samarinda juga telah diterjunkan ke lapangan untuk memantau kondisi serta melakukan pendataan di titik-titik terdampak. Menurut Suwarso, ketinggian air di sejumlah lokasi bervariasi antara 20 sentimeter hingga hampir 1 meter.
"Di Rapak Binuang ketinggian air hampir satu meter. Namun saat ini kondisinya sudah mulai surut secara bertahap dan penurunannya cukup signifikan," jelasnya.
Mantan Camat Palaran ini menambahkan, berdasarkan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan di wilayah Samarinda tercatat mencapai sekitar 74 milimeter. Selain faktor tingginya curah hujan, genangan di Rapak Benuang juga dipengaruhi aliran air kiriman dari kawasan hulu seperti AWS, Batu Cermin, dan Batu Besar.
Perubahan fungsi lahan yang sebelumnya merupakan area resapan air serta sistem drainase di Jalan PM Noor yang belum berfungsi optimal turut memperparah kondisi. BPBD Samarinda pun berencana melakukan koordinasi dengan instansi terkait, termasuk dinas pekerjaan umum, untuk langkah mitigasi lanjutan di sejumlah titik rawan genangan.
"Kami coba melakukan mitigasi ya nanti akan komunikasi dengan PUPR untuk tindakan lanjutan beberapa titik yang ada kenangan air," ucapnya.
Saat disinggung mengenai peristiwa lainnya, ia membeberkan hingga saat ini belum ada laporan kejadian bencana lain seperti pohon tumbang maupun tanah longsor. Meski demikian, pemantauan terus dilakukan oleh tim TRC dan Pusdalops.
"Kami mengimbau untuk masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah rawan banjir. Warga diminta berhati-hati saat beraktivitas, mengamankan barang-barang penting serta instalasi listrik, dan menyiapkan lokasi evakuasi yang aman apabila ketinggian air kembali meningkat," pungkasnya.
(bai/bai)
