Rumah Penuh Sampah Ini Dilelang, Laku Puluhan Miliar

Rumah Penuh Sampah Ini Dilelang, Laku Puluhan Miliar

ilham fikriansyah - detikKalimantan
Jumat, 20 Feb 2026 14:30 WIB
Sebuah rumah di Australia laris manis diincar pembeli. Padahal kondisi rumahnya penuh dengan sampah.
Sebuah rumah di Australia laris manis diincar pembeli. Padahal kondisi rumahnya penuh dengan sampah. Foto: Dok. Queensland Public Trustee
Balikpapan -

Sebuah rumah di Brookfield, Queensland, Australia jadi incaran banyak pembeli padahal kondisinya sangat miris. Rumah itu bahkan laku Rp 21,5 Miliar meski bagian dalam rumah tersebut dipenuhi oleh sampah, barang bekas, dan kotoran hewan.

Tak hanya bagian dalam saja yang kotor, halaman rumahnya juga sangat berantakan karena tak pernah dirawat. Ditemukan ada banyak sisa-sisa barang yang sudah rusak dan sengaja dibuang di belakang rumah.

Karena tak terurus selama bertahun-tahun, rumah itu justru lebih mirip seperti gubuk di tengah hutan daripada tempat tinggal akibat halamannya dipenuhi pohon dan tumbuhan liar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir detikProperti dari situs Domain Australia, rumah dengan empat tidur itu dibangun di atas lahan seluas 10.000 meter persegi di 77 Nioka Street, sekitar pinggiran kota Brisbane. Rumah itu dijual secara lelang pada 10 Februari 2026 oleh Queensland Public Trustee.

Saat rumah tersebut masuk daftar lelang, total ada 40 peserta yang mendaftar. Sekitar 130 orang turut hadir dalam acara lelang yang berlangsung selama 25 menit.

Penawaran dimulai dari angka US$ 800 ribu atau sekitar 13,4 miliar (kurs Rp 16.800). Tak butuh waktu lama, angka penawarannya naik menjadi US$ 1 juta atau sekitar Rp 16,8 miliar.

Sebuah rumah di Australia laris manis diincar pembeli. Padahal kondisi rumahnya penuh dengan sampah.Sebuah rumah di Australia laris manis diincar pembeli. Padahal kondisi rumahnya penuh dengan sampah. Foto: Dok. Queensland Public Trustee

Sejumlah penawar kembali menaikkan penawaran di angka kecil, sampai akhirnya ada yang berani menaikkan penawaran hingga menyentuh angka US$ 1,2 juta.

Tidak butuh lama, penawar lainnya menaikkan tawaran di angka US$ 1,28 juta. Angka tersebut jadi yang paling tinggi dalam lelang dan akhirnya diketok palu oleh juri, sehingga rumah berantakan penuh sampah itu laku sebesar Rp 21,5 miliar.

"Ada satu penawaran tandingan sebesar US$ 1,28 juta dan itu menjadi miliknya," ujar Kepala Juru Lelang Paul Gaffney.

Sayangnya, semua penawar yang ikut dalam lelang tidak boleh masuk ke dalam rumah untuk melihat kondisinya. Sebab, ada beberapa barang yang sudah sangat kotor dan dikhawatirkan dapat membahayakan kesehatan. Alhasil, lelang dilakukan di pinggir jalan tepat di depan rumah tersebut.

Meski pada akhirnya rumah itu laku terjual sampai puluhan miliar rupiah, tetapi sang pemilik baru harus kerja keras untuk membuang semua sampah. Belum lagi proses renovasi yang bisa menelan biaya besar karena kondisi rumah sudah memprihatinkan.

"Para penawar tampaknya merupakan campuran dari penduduk lokal yang sudah mengenal daerah itu dengan baik dan keluarga yang ingin pindah ke Brookfield, serta beberapa pengembang dan investor yang mungkin berpikir itu akan menjadi peluang menarik jika bisa mendapatkannya dengan harga tepat," pungkas Gaffney.




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads