Semringah Anisa Jemput Berkah Ramadan dari Jualan Bunga di Kuburan

Semringah Anisa Jemput Berkah Ramadan dari Jualan Bunga di Kuburan

Muhammad Budi Kurniawan - detikKalimantan
Rabu, 18 Feb 2026 20:00 WIB
Anisa saat berjualan di lapaknya yang berada di Kawasan Kuburan Muslimin Jalan Abul Hasan.
Anisa saat berjualan di lapaknya yang berada di Kawasan Kuburan Muslimin Jalan Abul Hasan. Foto: (Muhammad Budi Kurniawan/detikKalimantan)
Samarinda -

Jelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, kawasan Kuburan Muslimin Jalan Abul Hasan, Samarinda ramai peziarah. Hal ini membuat aktivitas jual beli bunga meningkat.

Berkah ramadan turut dirasakan Anisa (21), pedagang bunga yang sehari-hari berjualan di Kuburan Muslimin. Menjelang Ramadan tahun ini, Anisa mengaku pendapatannya cukup lumayan, meski tidak setinggi tahun sebelumnya.

Sejak pukul 06.00 hingga 18.00 Wita, Anisa menjajakan bunga tabur untuk keperluan ziarah kubur. Dalam empat hari menjelang puasa, Anisa bercerita omzet kotor yang diperoleh bisa mencapai hingga Rp 5 juta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau dibandingkan tahun kemarin mungkin sekitar 70 persen. Empat hari sebelum Ramadan bisa sampai Rp5 juta, tapi itu belum dipotong modal, transportasi, plastik, dan bahan baku," ceritanya kepada detikKalimantan, Rabu (18/2/2026).

Anisa menjual bunga renteng atau kelopak bunga dengan harga mulai Rp 10-35 ribu per paket, tergantung ketersediaan bahan. Selain itu, tersedia juga bunga rampai dalam kemasan kecil seharga Rp 5 ribu per bungkus.

Menurutnya, puncak penjualan biasanya terjadi sehari sebelum Ramadan dimulai, saat warga berbondong-bondong datang untuk berziarah dan mengirim doa ke makam keluarga.

Untuk pasokan bunga, Anisa memesan dari kawasan Jalur Dua Tenggarong. Bunga yang dipesan kemudian diantar langsung ke Samarinda. Sementara untuk daun pandan, sebagian dipesan dalam kondisi panjang lalu diiris sendiri, dan sebagian lainnya sudah dalam kondisi siap pakai.

Meski masih mendapat peningkatan penjualan jelang Ramadan, Anisa mengaku terjadi penurunan pendapatan sekitar 20 persen dibanding tahun lalu. Ia menduga hal itu dipengaruhi oleh perubahan arus lalu lintas dengan diberlakukannya sistem satu jalur di Jalan Abul Hasan.

"Pendapatan agak menurun sekitar 20 persen. Mungkin karena sekarang sudah diberlakukan jalur satu di sini," katanya.

Kendati demikian, Anisa tetap bersyukur atas rezeki yang diperoleh. Ia berharap usahanya semakin ramai ke depan dan diberikan kesehatan serta kelancaran dalam berjualan.

"Harapannya sehat, panjang umur, dan semoga lebih ramai lagi dari tahun kemarin. Pokoknya yang baik-baik saja," imbuhnya.




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads