Demensia biasanya dialami oleh orang dengan usia lanjut atau lansia. Namun, seorang anak muda berusia 20 tahun menceritakan pengalamannya didiagnosis menderita demensia dini. Awalnya dia hanya lupa hal-hal kecil sampai kebiasaan itu mengganggu pekerjaan dan pendidikannya.
Dilansir detikHealth, kasus ini dialami oleh seorang pasien neurologi yang tidak disebutkan identitasnya di Unilad. Pasien tersebut mengaku awalnya tidak mengira kebiasaan lupanya ini termasuk demensia.
"Saya baru berusia 20 tahun dan baru-baru ini didiagnosis demensia dini. Rasanya masih tidak nyata saat mengetik ini," terangnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anak muda tersebut kerap melupakan hal-hal kecil yang baru saja terjadi. Ia bahkan mengaku sering lupa pada pesan yang baru saja dikirimnya.
"Lupa percakapan yang baru saja saya lakukan. Membaca ulang pesan dan tidak ingat telah mengirimnya. Kejadian lainnya, masuk ke ruangan tanpa tahu alasannya, lebih sering daripada yang terasa normal," kata dia.
Pasien itu menyadari kejadian-kejadian tersebut sebenarnya sering dialami juga oleh banyak orang seusianya. Namun, karena merasa kecenderungan lupa ini berlebihan sampai mengganggu kehidupannya, pasien itu pun memutuskan untuk memeriksakan diri.
"Ketika mulai mempengaruhi sekolah atau pekerjaan, dan orang-orang di sekitar saya menyadarinya sebelum saya, saat itulah semuanya benar-benar terasa. Saat itulah saya tahu ada sesuatu yang tidak beres," katanya.
Menurut National Institutes of Health, demensia memengaruhi lebih dari 6 juta orang di Amerika Serikat. Penelitian menemukan bahwa sebagian besar risiko terjadi setelah usia 85 tahun. Tetapi, pria (48 persen) lebih berisiko daripada wanita (35 persen). Faktor risikonya meningkat seiring bertambahnya usia.
Lantas bagaimana bisa anak muda didiagnosis mengidap demensia dini? Ada beberapa dugaan alasan, tetapi masih butuh penelitian lebih lanjut. Jenis demensia dini terbilang jarang, tetapi bisa terjadi pada usia berapa pun dan dapat menyebabkan penurunan fungsi kognitif mereka.
Dikutip dari Cleveland Clinic, beberapa gejala demensia antara lain pelupa, kesulitan berbicara, dan kesulitan mengungkapkan pikiran sampai pada taraf penderitanya sulit menjalani kehidupan normal.
Baca selengkapnya di detikHealth.
(des/des)
