MUI: Tak Perlu Ada Sweeping Rumah Makan Saat Ramadan

Nasional

MUI: Tak Perlu Ada Sweeping Rumah Makan Saat Ramadan

Matius Alfons Hutajulu - detikKalimantan
Senin, 16 Feb 2026 09:30 WIB
Waketum MUI Anwar Abbas
Waketum MUI Anwar Abbas/Foto: mui.or.id
Balikpapan -

Waketum MUI Anwar Abbas setuju dengan Gubernur Jakarta Pramono Anung yang melarang adanya sweeping rumah makan selama Ramadan. Anwar Abbas mengatakan yang terpenting sikap saling menghormati.

"Saya rasa tidak perlu ada sweeping-sweeping-an karena pemerintah sebelum puasa kita harapkan sudah mensosialisasikan dan memberi pengertian kepada rakyat tentang perlunya ada sikap saling hormat-menghormati agama dan kepercayaan serta ibadah dari agama lain," kata Anwar Abbas saat dihubungi, Minggu (15/2/2026).

Anwar Abbas meminta pemerintah hadir menata dan mendukung sikap saling hormat menghormati tersebut. Sehingga, kata dia, umat yang menjalankan ibadah puasa tidak merasa terganggu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Umat dari yang melaksanakan ibadah tersebut tidak usah merasa terganggu karena pemerintah sudah hadir menjaga dan memeliharanya, agar umat dari agama yang melaksanakan ibadah tersebut dapat beribadah dengan tenang," ucap Anwar.

Kemudian, ia juga menyebut umat Islam tidak perlu melakukan sweeping karena pemerintah pasti menjaga kondusivitas di bulan Ramadan. "Mereka tidak perlu melakukan sweeping-sweeping karena pemerintah sudah menjamin hadirnya kondusivitas situasi bagi pemeluk agama untuk melaksanakan ibadahnya dan beberapa hari lagi umat Islam akan berpuasa di bulan Ramadan," ujarnya.

Dikutip detikNews, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan tidak mengizinkan organisasi kemasyarakatan (ormas) melakukan penyisiran (sweeping) ke rumah makan selama bulan Ramadan. Ia meminta seluruh pihak menjaga suasana tetap damai dan rukun saat memasuki bulan puasa.

Hal itu disampaikan Pramono setelah meresmikan gedung Gereja Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (14/2). Menurutnya, menyambut Ramadan harus dilakukan dengan penuh kedamaian, bukan dengan tindakan yang menimbulkan keresahan.

"Saya ingin menegaskan bahwa menyambut Ramadan itu harus penuh kedamaian dan kerukunan," kata Pramono di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (14/2).

Baca selengkapnya di sini.




(sun/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads