Cucu mendiang pimpinan Samsung Lee Kun-hee, Lim Dong-hyun menceritakan pengalamannya. Usai bebas dari HP, ia justru bisa tembus kampus top di Korea Selatan (Korsel).
Dikutip detikEdu dari laporan The Korean Times, Rabu (11/2/2026), Dong-hyun memutuskan tidak menggunakan smartphone sebagai persiapan ujian masuk perguruan tinggi atau dikenal dengan Korean College Scholastic Ability Test (CSAT). Dengan bebas dari HP, ia bisa lebih fokus belajar, mengatur waktu, hingga akhirnya diterima di Seoul National University (SNU), kampus nomor satu di Korsel.
Soal pengalaman hidup tanpa HP, kemudian ia bagikan saat jadi pembicara tamu di sebuah lembaga bimbingan belajar swasta di Daechi-dong, Seoul. Sebagai pembicara, Dong-hyun turut memberikan tipsnya dalam belajar untuk CSAT. Untuk mata pelajaran bahasa Korea, misalnya, ia menekankan pentingnya kemampuan membaca secara cermat serta latihan berulang menggunakan soal-soal ujian tahun sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dong-hyun juga mengingatkan siswa agar berhati-hati dalam mengikuti terlalu banyak ujian simulasi. Terutama jika soal yang digunakan memiliki logika yang lemah.
Ia menyebut paparan terhadap soal yang kurang baik justru dapat membentuk kebiasaan berpikir yang keliru. Hal itu berisiko membuat siswa salah dalam menarik kesimpulan saat menghadapi ujian sesungguhnya.
"Paparan semacam itu dapat menumbuhkan kebiasaan penalaran yang salah dan pada akhirnya menyebabkan jawaban yang keliru," ujarnya.
Sementara itu untuk matematika, lanjutnya, soal penalaran analitis sangat penting untuk dipersiapkan. Siswa harus mengerjakan banyak soal untuk membangun intuisi yang baik.
Latihan soal bisa diuji ketika ada ujian simulasi bulan Juni dan September yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan. Menurut Dong-hyun, siswa perlu menemukan metodenya sendiri.
"Untuk soal-soal penalaran analitis dalam ujian tersebut, siswa harus mengembangkan metode penyelesaian mereka sendiri," ungkapnya.
Terakhir, Dong-hyun menyoroti pentingnya pengendalian diri selama masa persiapan ujian. Terutama untuk menghindari penggunaan HP dan gim video. Cara tersebut ampuh untuk meningkatkan fokus untuk belajar.
"Ini menantang, tetapi saya dapat mengatakan dengan yakin bahwa hal itu sangat meningkatkan fokus dan membantu siswa sepenuhnya membenamkan diri dalam proses belajar," ujarnya.
Usai melalui tantangan tanpa HP selama 3 tahun, ia lulus CSAT dan diterima di Departemen Ekonomi SNU pada Desember 2025. Ia akan menempuh pendidikan yang sama dengan pamannya, mantan Chairman Samsung Lee Jae-yong yang masuk SNU 39 tahun lalu dan mengambil jurusan Sejarah Asia.
Baca selengkapnya di sini.
(sun/aau)
