Bursa calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur periode 2026-2030 mulai memanas. Sejumlah nama mencuat ke publik, termasuk Syahariah Mas'ud yang merupakan saudara kandung Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud.
Syahariah juga merupakan saudara dari Wali Kota Balikpapan Rahmat Mas'ud dan Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas'ud. Syahariah kini merupakan anggota DPRD Kaltim.
Ketua Bidang Media dan Humas KONI Kaltim, Zulkarnain, menyebut setidaknya ada tiga figur yang ramai diperbincangkan di media sosial yang akan ikut serta dalam Musorprov Koni kali ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang beredar di media sosial itu ada tiga nama, yakni Rusman Yakub, Alwi Al Qadri, dan Syahariah Mas'ud," kata Zulkarnain saat dikonfirmasi detikKalimantan, Kamis (12/2/2026).
Meski demikian, ia menegaskan hingga saat ini belum ada satu pun kandidat yang secara resmi menyatakan maju dalam pemilihan ketua KONI Kaltim.
"Kalau secara resmi yang menyatakan siap maju belum ada. Itu baru isu-isu yang berkembang saja," ujarnya.
Zulkarnain juga menyinggung nama Ketua DPRD Balikpapan Alwi Al Qadri yang sempat disebut siap maju. Namun menurutnya, pencalonan ketua KONI memiliki syarat khusus.
"Yang penting memenuhi syarat, syaratnya harus pernah menjadi pengurus cabang olahraga di bawah KONI minimal satu periode," jelasnya.
Terkait nama Syahariah Mas'ud yang ramai diberitakan, Zulkarnain mengatakan yang bersangkutan tidak membantah maupun membenarkan kabar tersebut.
"Itu kemarin ramai diberitakan. Tapi saat dikonfirmasi wartawan, dia tidak juga mengiyakan dan tidak membantah," katanya.
Sementara itu, Rusman Yakub disebut sebagai figur yang paling sering dibicarakan. Namun ia juga belum mendeklarasikan diri.
"Secara resmi juga belum menyatakan kesiapan, cuma katanya sudah mulai melakukan komunikasi ke ketua cabor untuk suara,"ucapnya.
Di sisi lain, Ketua KONI Kaltim saat ini, Rusdiansyah Aras, dipastikan tidak akan mencalonkan diri kembali. Salah satu alasannya karena target prestasi pada PON sebelumnya tidak tercapai.
"Empat tahun kemarin kita gagal masuk lima besar di PON Aceh-Sumut," kata Zulkarnain.
Untuk pelaksanaan Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov), KONI Kaltim saat ini masih menunggu pencairan dana hibah tahun 2026 sebesar Rp 16,5 miliar.
"Begitu dana cair, kemungkinan Februari atau awal Maret, langsung kita gunakan untuk pelaksanaan musprov," jelasnya.
Ia menambahkan, sebelum Musorprov digelar, KONI akan mengadakan rapat koordinasi untuk menetapkan syarat calon serta tahapan pemilihan.
Saat ini masa kepengurusan KONI Kaltim akan berakhir pada Februari 2026. Namun pihaknya telah mengajukan perpanjangan selama enam bulan ke KONI Pusat untuk menghindari kekosongan organisasi.
"Musorprov kan tanggung jawab pengurus lama, makanya kita ajukan perpanjangan. Tapi tidak harus menunggu enam bulan, kalau dana sudah cair langsung kita laksanakan," pungkasnya.
Simak Video "Video Gubernur Kaltim Didemo, Golkar Ingatkan Kadernya Peka"
[Gambas:Video 20detik]
(bai/bai)
