Hari Ke-5, Korban Dugaan Keracunan MBG Ketapang Jadi 417 orang

Hari Ke-5, Korban Dugaan Keracunan MBG Ketapang Jadi 417 orang

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Minggu, 08 Feb 2026 15:39 WIB
Sebanyak 206 siswa dan guru di Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) diduga keracunan menu program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (5/2/2026). Para korban sudah mendapat tindakan medis dan sebagian masih dirawat di Puskesmas Marau.
Para korban dugaan keracunan MBG di Ketapang, 5 Februari 2026. Foto: Istimewa
Ketapang -

Jumlah korban dugaan keracunan perkedel tahu menu Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) terus bertambah. Hingga hari ke-5 saat ini, total korban menjadi 417 orang.

"Untuk update sampai dengan hari ini Minggu, 8 Februari 2026, jumlah total terdampak 417 orang," kata Kepala Program MBG Region Kalbar Agus Kurniawi kepada detikKalimantan, Minggu (8/2/2026).

Dari jumlah itu, kata Agus, ada delapan orang yang masih dirawat di Puskesmas Marau dan RSUD dr Agoesdjam Ketapang. Selebihnya sudah diperbolehkan pulang dengan kondisi yang baik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat ini tersisa delapan orang yang masih. Lima dirawat di Puskesmas Marau dan tiga lainnya dirujuk ke RSUD dr Agoesdjam Ketapang," jelasnya.

Dalam perkembangan terbaru, pasien yang dirujuk ke RSUD dr Agoesdjam atas nama Andre, siswa SMP sudah pulih. Sedangkan Selvia Lestari, guru SMP dan Yeyen masih ditangani lebih lanjut.

Agus mengatakan, pihaknya masih melakukan pemantauan terus dilakukan secara berkelanjutan, sekaligus evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

"Kami selalu memonitor ke Dinas Kesehatan Ketapang untuk data dan perkembangan, begitu juga untuk update kondisi terkini kami selalu koordinasi dengan Korwil MBG Ketapang," ujarnya.

Agus menambahkan, hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan dan muntahan korban belum keluar hingga saat ini.

"Untuk hasil uji lab, belum keluar," katanya.

Meski demikian, kuat dugaan keracunan makanan yang gejalanya mual dan muntah berasal dari perkedel tahu.

"Dugaan awal kejadian berasal dari perkedel tahu, yang dibuat jam tujuh malam pada hari Selasa, 3 Februari 2026. Kemudian diolah jam dua dini hari pada Rabu, 4 Februari 2026," katanya.

Agus mengatakan, dugaan keracunan menu MBG ini terjadi pada Rabu, 4 Januari 2026. Pagi Rabu itu, menu yang disediakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ketapang Marau Riam Batu Gading, terdiri dari nasi putih, gulai telur, perkedel tahu, tumis sawi dan wortel serta puding.

"Jadi, menu ini hari Rabu, kemudian penerima manfaat mengaku mulai merasakan pusing, mual dan muntah-muntah. Karena menganggap itu hanya mual dan pusing biasa, makanya tidak dibawa berobat. Sehingga kami menyimpulkan kejadian yang dialami pada hari Kamis pagi, besar kemungkinan akibat menu pada hari Rabu," beber Agus.

Bahkan, kata dia, pihaknya baru menerima laporan dugaan keracunan dari pihak sekolah pada Kamis (5/2/2026) pagi. Dalam laporan itu, banyak siswa yang tidak masuk sekolah dikarenakan mengalami mual dan muntah.

Menindaklanjuti informasi tersebut, pengawas gizi, pengawas keuangan, bersama asisten lapangan (aslap) langsung mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan pihak sekolah. Selanjutnya, pihak sekolah membawa anak-anak yang terdampak ke Puskesmas Marau.

"Jadi ini akibat menu yang didistribusikan pada hari Rabu kemarin, dan untuk hari Kamis (saat heboh keracunan) distribusi menu MBG dihentikan, karena fokus penanganan siswa yang dirawat," ujarnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Ratusan Siswa-Guru di Tulung Klaten Diduga Keracunan MBG Sop Galantin"
[Gambas:Video 20detik] (bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads