Kalteng dan Kalsel Waspada Curah Hujan Tinggi Selama Sepekan

Kalteng dan Kalsel Waspada Curah Hujan Tinggi Selama Sepekan

Devita Savitri - detikKalimantan
Selasa, 03 Feb 2026 23:01 WIB
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, sebagian wilayah Indonesia telah resmi memasuki musim hujan 2025. Puncak musim hujan diperkirakan berlangsung mulai November 2025 hingga Februari 2026.
Ilustrasi hujan. Foto: Rengga Sancaya/detikcom
Balikpapan -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan waspada hujan sedang-lebat pada Dasarian I Februari 2026 (1-10 Februari 2026).

Hal ini disebabkan oleh adanya tiga bibit siklon tropis yang terpantau di wilayah lautan Indonesia. Ketiganya berada di sepanjang wilayah pulau Sumatera hingga Papua.

Melalui update terbarunya, BMKG menyatakan bila ketiga bibit siklon tropis ini memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis. Selain itu, posisinya mulai bergerak menjauhi wilayah Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski begitu, selama perjalanannya menjauhi wilayah RI, bibit siklon tropis tetap memberikan dampak tak langsung pada cuaca dan kondisi perairan RI. Dikutip detikEdu dari postingan Instagram BMKG, ada beberapa dampak tidak langsung dari tiga bibit siklon tropis yang kepung RI:

1. Bibit Siklon Tropis 98P

Bibit Siklon Tropis 98P mulai terbentuk sejak 29 Januari 2026 pukul 13.00 WIB. BMKG sempat menyatakan Bibit Siklon Tropis 98P punah, tapi menguat kembali pada 1 Februari 2026.

Saat ini, posisi bibit itu ada di sekitar daratan utara Australia dan berpeluang rendah untuk menjadi siklon tropis. Dalam 24 jam ke depan, Bibit Siklon Tropis 98P bergerak ke arah barat menjauhi wilayah RI.

  • Hujan Intensitas Sedang-Lebat

Maluku bagian tenggara
Angin Kencang
Nusa Tenggara Timur

  • Gelombang Laut Tinggi

Ketinggian 1,25-2,5 meter (moderate sea):

Laut Sawu
Perairan Kepulauan Leti hingga Kepulauan Sermata
Perairan Kepulauan Babar hingga Tanimbar
Perairan Kepulauan Kai hingga Kepulauan Aru

Ketinggian 2,5-4 meter (Rough sea):

Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur
Laut Arafuru

2. Bibit Siklon Tropis 92S

Ketika Bibit SIklon Tropis 98P dinyatakan punah, Bibit Siklon Tropis 92S mulai terbentuk pada 2 Februari 2026 pukul 13.00 WIB. Bibit ini berada di sekitar Samudra Hindia Barat Daya lampung dan bergerak ke arah barat menjauhi wilayah Indonesia. Sama seperti 98P, Bibit Siklon Tropis 92S juga berpeluang rendah untuk berkembang jadi siklon tropis.

  • Gelombang Laut Tinggi

Ketinggian 1,25-2,5 meter (moderate sea):
Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung

3. Bibit Siklon Tropis 94W

Bibit Siklon Tropis 94W terbentuk bersamaan dengan 92S. Bedanya, Bibit Siklon Tropis 94W terbentuk di sekitar wilayah utara Papua. Dalam 24 jam ke depan, bibit ini bergerak ke arah barat laut menjauhi wilayah Indonesia dan juga berpeluang rendah berkembang jadi siklon tropis.

  • Hujan Intensitas Sedang-Lebat

Papua Barat Daya
Papua Barat
Maluku Utara
Angin Kencang
Papua Barat Daya
Papua Barat
Maluku Utara

  • Gelombang Laut Tinggi

Ketinggian 1,25-2,5 meter (moderate sea):

Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua
Perairan utara Halmahera
Perairan Kepulauan Sangihe
Perairan Kepulauan Talaud

Peringatan dini dampak tidak langsung ini berlaku selama 24 jam hingga 4 Februari 2026 pukul 07.00 WIB.

Peringatan Dini Daerah dengan Curah Hujan Tinggi

BMKG telah mengeluarkan informasi peringatan dini daerah dengan curah hujan tinggi pada Dasarian I Februari 2026 (1-10 Februari 2026). BMKG menjelaskan sekitar 81% wilayah Indonesia sudah memasuki musim hujan.

Meskipun pada Dasarian I tidak ada daerah yang masuk dalam kategori awas atau hujan sangat lebat hingga ekstrem, BMKG mengimbau agar masyarakat tetap waspada. Adapun wilayah yang diperkirakan hujan pada Dasarian I Februari 2026, yaitu:

  • Waspada (Hujan sedang-lebat)

Sebagian wilayah:

Sumatera Barat
Sumatera Selatan
Jakarta
Banten
Jawa Barat
Jawa Tengah
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Papua Pegunungan

Seluruh wilayah:

DI Yogyakarta

  • Siaga (Hujan lebat-sangat lebat)

Sebagian wilayah:

Banten
Jawa Barat
Jawa Tengah
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Sulawesi Selatan




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads