Fasilitas umum berupa lapangan basket di Siring Patung Bekantan dikenakan tarif. Hal ini pun menarik perhatian warga, khususnya penggemar basket yang kerap menggunakan lapangan.
Anggota Komunitas Everyday BasketBall Randy mempertanyakan status fasilitas umum yang kini ditarik retribusi. Sebab, menurutnya lapangan basket itu termasuk fasilitas umum (fasum) yang seharusnya tak dipungut biaya.
"Fasilitas umum itu digunakan untuk kegiatan masyarakat banyak, kalau ditarik pungutan rasanya kurang etis," sebut Randy, Kamis (29/1/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Randy mengaku sudah lama mengetahui adanya penarikan retribusi lapangan basket itu. Namun, ketika lapangan sudah diberi pembatas, penarikan tarif jadi mengikat. Ada spanduk yang menyebutkan biaya tarif penggunaan lapangan.
"Saya tidak mendukung dan tidak menolak, namun dari sisi urgensinya apakah ini tepat atau tidak (penarikan tarif)," katanya.
Randy menilai penarikan tarif ini justru bisa membuat masyarakat Banjarmasin yang sebelumnya gemar berolahraga di fasum, menjadi kurang minat dan berdampak pada penurunan minat olahraga.
"Menurut saya, fasum yang dikhususkan untuk masyarakat itu harusnya digratiskan," ucap Randy.
Masyarakat lain bernama Winda mengaku sedikit terkejut dengan biaya tarif yang dianggarkan Pemko Banjarmasin untuk penggunaan lapangan. Sedangkan anaknya sering kali berlatih basket di lapangan itu seorang diri. Ia pun menuntut transparansi mengenai retribusi tersebut.
"Ya kalau Rp 50 ribu sendirian sejam, itu lumayan juga. Sedangkan biasanya itu tidak ada dikenakan tarif jadi enak main sendiri sebentar juga tak apa. Ini juga harus dibuka ke ruang publik, apakah itu masuknya langsung ke kas daerah atau ke kantong pribadi," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Banjarmasin Ibnu Sabil membenarkan adanya penarikan tarif untuk lapangan basket di Siring Menara Pandang Banjarmasin. Menurutnya, penetapan tarif itu dimaksudkan untuk menjaga penggunaan lapangan agar masyarakat tidak saling berebut.
"Memang kita kenakan tarif sekarang, itu untuk memberikan kenyamanan agar saat main tidak terbentur dengan tim atau kelompok lain. Pembayaran langsung masuk ke kas daerah," tutupnya.
